<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gerak Pemuda</title>
	<atom:link href="http://gerakpemuda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerakpemuda.wordpress.com</link>
	<description>karena merekalah investasi sebenarnya...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jan 2011 17:46:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gerakpemuda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gerak Pemuda</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gerakpemuda.wordpress.com/osd.xml" title="Gerak Pemuda" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gerakpemuda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Johny Setiawan (Orang Indonesia di Balik Temuan Planet Alien)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2011/01/08/johny-setiawan-orang-indonesia-di-balik-temuan-planet-alien/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2011/01/08/johny-setiawan-orang-indonesia-di-balik-temuan-planet-alien/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 17:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Orang Indonesia di Balik Temuan Planet Alien Para astronom temukan planet baru. Membuka jalan bagi ilmuwan. Dipimpin astronom Indonesia Ini temuan terkini dalam dunia astronomi. Sebuah planet baru. Ditemukan oleh Max Planck Institut fur Astronomie (MPIA) di Jerman. Diberi nama Planet HIP 13044b, sebab dia mengelilingi HIP 13044, sebuah bintang tua yang sudah sekarat. Temuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=181&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Orang Indonesia di Balik Temuan Planet Alien</strong></div>
<div><em>Para astronom temukan planet baru. Membuka jalan bagi ilmuwan. Dipimpin astronom Indonesia</em></div>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2011/01/99896_astronom-ri-johny-setiawan_300_225.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-182" style="margin:5px;" title="99896_astronom-ri-johny-setiawan_300_225" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2011/01/99896_astronom-ri-johny-setiawan_300_225.jpg?w=780" alt=""   /></a>Ini temuan terkini dalam dunia astronomi. Sebuah planet baru. Ditemukan oleh Max Planck Institut fur Astronomie (MPIA) di Jerman. Diberi nama Planet HIP 13044b, sebab dia mengelilingi HIP 13044, sebuah bintang tua yang sudah sekarat. Temuan baru ini dilansir Kamis, 18 November 2010. Dipublikasikan secara luas ke seluruh dunia hari ini.</p>
<p>Kisah tentang angkasa luar, temuan planet, dan sebagainya kerap kali membuat kita kagum. Kadang juga bingung. Sebab istilah dan kodenya begitu banyak. Agar cerita tentang planet baru itu mudah dipahami, ada baiknya kita buka kembali cerita para guru soal jagat raya ini.</p>
<p>Semenjak di bangku sekolah kita diajari bahwa dalam jagat raya ini terdapat sejumlah galaksi. Salah satunya adalah Milky Way, yang oleh kita lebih dikenal dengan sebutan Galaksi Bima Sakti. Dalam Bima Sakti itulah bumi yang kita huni ini dan sejumlah planet lain menetap.</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p>Di luar itu masih banyak galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah galaksi mini. Planet-planet di galaksi mini mengitari sebuah bintang induk bernama HIP 13044. Para ahli menghitung bahwa galaksi mini ini berjarak sekitar 2000 tahun cahaya dari bumi.</p>
<p>Tapi bintang induk itu kian renta. Daya gravitasi terhadap sejumlah planet yang mengitarinya kian lemah. Melemahnya daya gravitasi itu menyebabkan sejumlah planet terlepas dan disedot oleh daya gravitasi galaksi yang lain.</p>
<p>Satu dari sekian planet di sekitar bintang yang renta itu, ditarik oleh daya gravitasi Galaksi Bima Sakti. Daya tarik itu menyebabkan planet itu masuk ke dalam lingkungan Galaksi Bima Sakti. Proses penarikan itu juga kerap disebut sebagai &#8220;kanibalisme&#8221; galaksi. Sejumlah ahli menaksir bahwa proses kanibalisme itu terjadi 6 hingga 9 miliar tahun silam.</p>
<p>Planet yang masuk ke Bima Sakti itulah yang ditemukan sejumlah astronom di Jerman tadi. Lantaran dia berasal dari lingkungan HIP 13004, maka planet yang baru ditemukan itu diberi imbuhan b menjadi HIP 13004b. Planet ini menjadi &#8220;anak kost&#8221; di Galaksi Bima Sakti. Ukurannya, sedikit  lebih besar  dari Yupiter.</p>
<p>Apa pentingnya temuan planet baru itu buat kita?</p>
<p>Rainer Klement dari MPIA menuturkan bahwa temuan itu sangat menarik, sebab inilah pertama kalinya manusia menemukan adanya planet lain di luar galaksi kita. Temuan itu juga, lanjut Rainer, membuka jalan bagi para astronom untuk meneliti kelangsungan hidup galaksi Bima Sakti, juga kelangsungan hidup bumi yang kita huni ini.</p>
<p>Para ahli itu menghitung bahwa sekitar lima miliar tahun yang akan datang, Matahari juga perlahan akan redup. Dia akan memasuki fase &#8220;raksasa merah&#8221; yaitu fase di mana kekuatannya meredup dan daya grativitasinya melemah. Ketika daya gravitasi melemah itulah, planet-planet yang mengitarinya&#8211;termasuk bumi&#8211; &#8220;dimangsa&#8221;  oleh matahari atau disedot oleh gravitasi galaksi yang lain.</p>
<p>“Penemuan ini sangat menarik terutama ketika kita memahami masa depan tata surya, bahwa Matahari juga akan berubah menjadi &#8216;raksasa merah&#8217; lima miliar tahun mendatang,&#8221; kata pemimpin proyek, Johny Setiawan – astronom Indonesia yang juga bekerja di MPIA.</p>
<p>Lalu mengapa si HIP 13044b itu selamat dan tidak tertelan oleh planet induknya. Johny memperkirakan lantaran planet itu berotasi lebih cepat dari planet-planet yang lain. Namun dia tidak akan hidup selamanya, sebab bintang induk itu akan berkembang dalam tahap evolusi berikutnya. Saat itulah nanti&#8211; miliaran tahun lagi&#8211; planet ini tertelan.</p>
<p>Johny setiawan memperkirakan bahwa nanti,  saat Matahari memasuki fase penuaan dan  menjadi raksasa merah, Bumi mungkin tak akan selamat.<br />
&#8220;Planet-planet dalam, termasuk Bumi, mungkin tidak akan bertahan hidup,&#8221; kata Johny Setiawan pada <em>SPACE.com</em>. &#8220;Tapi Jupiter, Saturnus dan planet-planet luar mungkin pindah mendekat, persis seperti yang kami deteksi.&#8221;</p>
<p>Namun, pada akhirnya semua akan binasa. Suatu ketika si Yupiter itu pun akan tertelan, sebagaimana nasib si HIP 13044b, yang karena datang dari antah berantah itu kemudian disebut planet &#8220;Alien&#8221;.</p>
<p><strong>Dipimpin Astronom Indonesia<br />
</strong></p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2011/01/2010-01-img-01.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-186" style="margin:5px;" title="2010-01-img-01" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2011/01/2010-01-img-01.jpg?w=780" alt=""   /></a>Kita boleh berbangga karena tim penemu planet alien ini dipimpin astronom Indonesia, Johny Setiawan.Dr.rer.nat.  Meski gemilang di luar negeri, tak banyak orang Indonesia yang tahu siapa dan sepak terjang sang astronom.</p>
<p>Pria kelahiran 16 Agustus 1974 ini bekerja di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Jerman. Hebatnya, ia orang non-Jerman yang dipercaya berkali-kali sebagai ketua tim proyek.</p>
<p>Ia bergabung sebagai peneliti post-doctoral di MPIA, di Department of Planet and Star Formation sejak Juni 2003. Di tahun yang sama pula ia mulai memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla. Selain itu, ia juga bekerja secara khusus di sejumlah projek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry).</p>
<p>Sebelum penemuan terbaru soal planet alien itu, Johny dan timnya menemukan sekitar 10 planet baru, meski tak semua dipublikasikan. Pada 2008, misalnya, ia dan timnya menemuka planet yang diberi nama TW Hya b. Planet tersebut mengelilingi bintang TW Hydrae itu berada di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi.</p>
<p>Penemuan ini membuat kaget dunia astronomi. Sebab, dalam kurun waktu 12 tahun terakhir,  tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda.</p>
<p>Pada 2005 tim peneliti yang sama juga berhasil menemukan planet ekstrasolar lain yang diberi nama HD 11977 b yang juga memberikan informasi tentang evolusi dari sistem tata surya lain berkaitan dengan eksistensi planet jika bintang induk kehabisan sumber energi.</p>
<p>Sebagai asli Indonesia, Johny menguasai bahasa ibu, Bahasa Indonesia. Dan pergaulannya di Eropa membuat ia  lancar berbahasa Jerman, Inggris, Spanyol, dan Prancis.</p>
<p>Selain bekerja di MPIA, Johny aktif memberikan ceramah soal astronomi, baik di Jerman maupun Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan sosial dan publik dalam komunitas ilmiah, dan hubungan antara akademisi, sains maupun non-sains sangat penting artinya untuk mentransfer ilmu pengetahuan dalam arah horisontal dan vertikal.</p>
<p>Selain kesibukan sebagai ilmuwan, Johny juga punya hobi memasak. Dia bisa memasak hampir semua jenis masakan tradisional Indonesia, yang kerap disajikan untuk kawan-kawannya sesama astronot.</p>
<p>sumber</p>
<p><a href="http://fokus.vivanews.com/news/read/189589-orang-indonesia-di-balik-temuan-planet-alien">vivanews.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=181&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2011/01/08/johny-setiawan-orang-indonesia-di-balik-temuan-planet-alien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2011/01/99896_astronom-ri-johny-setiawan_300_225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">99896_astronom-ri-johny-setiawan_300_225</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2011/01/2010-01-img-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2010-01-img-01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Irma Suryati (Keset Mengubah Martabat Penyandang Cacat)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2010/03/12/irma-suryati-keset-mengubah-martabat-penyandang-cacat/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2010/03/12/irma-suryati-keset-mengubah-martabat-penyandang-cacat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 17:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Irma Suryati membuat keset dari kain perca untuk komoditi ekspor. &#160; Sejak bayi, Irma Suryati sudah menderita layu kaki. Penyebabnya adalah virus Polio. Meski masih bisa berjalan normal sampai sekolah menengah atas (SMA), kaki Irma mudah lemas. &#8220;Kalau disenggol, langsung jatuh,&#8221; ujar Irma , saat ditemui Tempo, Ahad pekan lalu. Sejak saat itu, sang ayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=171&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="left">
<div><strong>Irma Suryati membuat keset dari kain perca  untuk komoditi ekspor.</strong></div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2010/03/irmasuryati.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-188" style="margin:5px;" title="irmasuryati" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2010/03/irmasuryati.jpg?w=780" alt=""   /></a>Sejak bayi, Irma Suryati sudah menderita  layu kaki. Penyebabnya adalah virus Polio. Meski masih bisa berjalan  normal sampai sekolah menengah atas (SMA), kaki Irma mudah lemas. &#8220;Kalau  disenggol, langsung jatuh,&#8221; ujar Irma , saat ditemui <em>Tempo</em>, Ahad  pekan lalu.</p>
<p>Sejak saat itu, sang ayah menyuruh Irma, 33 tahun, menggunakan  tongkat untuk berjalan. Hingga kini, ketika kondang sebagai pembuat  keset dengan 1.600 karyawan, ibu empat anak ini masih menggunakan  tongkat untuk menopang kaki kanannya yang tidak normal.</p>
<p>Kondisi kaki itulah yang mendorong Irma melakukan sesuatu yang  berarti bagi dirinya dan orang lain. Setelah lulus SMA di Semarang, Irma  mencoba membuat keset dari kain perca, benda sederhana untuk  membersihkan telapak kaki.</p>
<p><span id="more-171"></span></p>
<p>&#8220;Aku mencoba membuat keset dari kain sisa industri garmen,&#8221; ujar  Irma. Kebetulan, di dekat rumahnya di Semarang terdapat banyak sisa kain  industri garmen. Kain sisa itu ia jahit menjadi aneka bentuk keset.</p>
<p>Awalnya, keset itu dibuat hanya untuk kebutuhan sendiri. Lambat  laun, karyanya mulai dilirik tetangga. Pasar kecil pun mulai terbentuk.  Keputusan menjadi perajin keset makin bulat ketika ia menikah dengan  Agus Priyanto, penyandang cacat yang jago melukis. Mereka sepakat  membuka usaha kecil pembuatan keset pada 1999. Kala itu, Irma dan Agus  dibantu lima karyawan.</p>
<p>Ketika usaha mereka mulai berkembang, Irma merasa tak leluasa  lagi menjalankan usaha di rumah orang tuanya. Pada 2002, pasangan muda  ini memutuskan pindah ke Kebumen, kampung halaman Agus. Mereka membeli  rumah di Jalan Karang Bolong kilometer 7, Desa Karangsari, Kecamatan  Buayan, Kebumen. Dari rumah itulah Irma mengendalikan usahanya.</p>
<p>Irma tak mau membuat usaha <em>ecek-ecek</em>. Ia membentuk usaha  berbadan hukum yang diberi nama Usaha Dagang Mutiara Equipment.  Perempuan itu juga membentuk Pusat Usaha Kecil Menengah Penyandang  Cacat. &#8220;Awalnya susah sekali mengorganisasi orang,&#8221; kata Irma.</p>
<p>Tapi Irma adalah sosok yang tidak mau mengalah pada keadaan. Ia  mendatangi penduduk dari rumah ke rumah untuk mendorong ibu rumah tangga  menjadi produktif dengan mengajari mereka membuat keset. &#8220;Perempuan  sekarang harus berdaya secara ekonomi,&#8221; kata dia.</p>
<p>Tapi Irma juga pernah menanggung sinisme dan cibiran oleh  orang-orang yang melihat usaha itu dengan sebelah mata, apalagi ketika  mereka melihat kaki Irma yang cacat.</p>
<p>Toh Irma tak patah semangat. Hasilnya pun mulai tampak. Ia  berhasil mengajak beberapa ibu rumah tangga belajar membuat keset.  Ketika sudah terampil, mereka mendapat pasokan bahan baku dan mesin  jahit dari Irma.</p>
<p>Saat masyarakat mulai menyadari tentang manfaat keterampilan yang  diberikan Irma, minat menjadi pembuat keset pun tak terbendung. Irma  membuat koperasi simpan pinjam pada 2003 untuk menampung kegiatan  ekonomi 1.600 pembuat keset hasil binaannya. Anggota koperasi keset ini  tersebar di 11 kecamatan di Kebumen. Irma juga menggunakan jaringan  pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK). Akhirnya, usaha keset ini  merambah ke Banyumas dan Solo.</p>
<p>Bahkan mulai tahun ini Irma menggandeng kelompok waria dan  pekerja seks komersial di Purwokerto. Hasilnya, 20 waria dan pekerja  seks komersial bisa membuka gerai di perumahan Limas Agung, Purwokerto.</p>
<p>Tiap bulan, perajin mendapat kiriman kain sisa sebagai bahan  baku. Irma mendatangkan 10 ton kain sisa dari Semarang setiap bulan.  Omzet bulanannya bisa mencapai Rp 40-50 juta.</p>
<p>Untuk strategi pemasaran, Irma mengandalkan 15 penjual. Selain  itu, ia juga menitipkan barang produksinya di beberapa gerai yang  tersebar di banyak kota. Salah satunya adalah di <em>showroom</em> milik  Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta. Kebetulan, Irma sering  bertemu dengan Pak Menteri, Adyaksa Dault.</p>
<p>Selain memasarkan produk di dalam negeri, Irma juga memasarkannya  ke luar negeri, yakni Jerman, Jepang, dan Turki. &#8220;Selama ini masih  memakai jasa orang lain. Ke depan nanti, saya ingin mengekspornya  sendiri agar lebih untung,&#8221; tutur Irma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Irma mengadakan pertemuan tiap tiga bulan sekali untuk menjaga  kualitas produknya. Forum itu diikuti koordinator tiap kecamatan. Selain  membicarakan kualitas produk, ia juga memperkenalkan inovasi baru  kerajinan tangan.</p>
<p>Saat ini, Irma memproduksi 42 macam keset. Ada yang berbentuk  elips, binatang, atau bunga. Di pasaran, keset-keset itu dijual Rp 15  ribu untuk konsumen dalam negeri, dan Rp 35 ribu untuk konsumen luar  negeri.</p>
<p>Sukses membuat keset tak lantas membuat Irma hobi ongkang-ongkang  kaki. Ia dan kawan-kawannya terus mengembangkan kerajinan lain,  misalnya membuat kotak tisu dari lidi. &#8220;Ada orang Turki yang  memesannya,&#8221; ujar Irma.</p>
<p>Kini Irma membuat desain sajadah dari tikar pandan. Kebetulan, di  Kebumen banyak perajin pandan yang belum mampu membuat kerajinan dengan  bahan baku anyaman pandan. &#8220;Padahal kalau dibentuk menjadi kerajinan,  nilai jualnya akan meningkat,&#8221; ujar Irma.</p>
<p>Ironisnya, pengikut Irma justru kebanyakan datang dari luar  desanya. Bahkan banyak penduduk tidak mengenal sosok Irma, meskipun  mereka tinggal di desa yang sama. &#8220;Oh, orang yang cacat itu ya?&#8221; kata  salah satu tetangga Irma ketika ditanya <em>Tempo</em>.</p>
<p>Sebagai penyandang cacat, Irma bukanlah orang yang cengeng.  &#8220;Cacat bukan halangan untuk berkarya,&#8221; kata dia. Irma mengaku sering  sedih melihat para penyandang cacat yang masih terdiskriminasi, terutama  yang ingin menjadi pegawai negeri sipil. Karena itulah Irma memutuskan  membuka lapangan kerja sendiri. &#8220;Rencananya saya akan membangun pabrik  di belakang rumah, khusus untuk orang cacat,&#8221; ujar Irma.</p>
<p>Pada 27 Agustus ini, Irma akan terbang ke Australia untuk  mengikuti pameran dan menggelar presentasi produknya di sana. Di Negeri  Kanguru itu, ia berharap menyabet penghargaan kelas dunia.<strong>ARIS  ANDRIANTO</strong></p>
<p><strong>Nama:</strong> Irma Suryati</p>
<p><strong>Tempat tanggal lahir:</strong> Semarang, 1 Januari 1975</p>
<p><strong>Suami:</strong> Agus Priyanto</p>
<p><strong>Anak: </strong></p>
</div>
<p>Ziha Kusuma, 11 tahun<br />
Hafiz Al-Mukni, 8 tahun<br />
Eksamutiara Nabila, 3 tahun<br />
Nauli Wyadyaksa, 3 bulan</p>
<p><strong>Pekerjaan:</strong> Perajin pembuat Keset</p>
<p><strong>Pendidikan:</strong></p>
<p>SMAN 1 Semarang</p>
<p><strong>Penghargaan: </strong><br />
Wirausahawati Muda Teladan pada tahun 2007 dari Kementerian  Pemuda dan Olahraga.<br />
Perempuan Berprestasi 2008 dari Bupati Kebumen.<br />
Penghargaan dari Jaiki Jepang, khusus untuk orang cacat.<br />
(Total penghargaan yang diraihnya mencapai 100 penghargaan).</p>
<p><img src="http://deputi1.kemenegpora.go.id/image/newsimage/1247634618_penghargaan03.jpg" alt="" /></p>
<p>sumber : <a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/08/20/Berita_Utama-Jateng/krn.20080820.139998.id.html">korantempo</a></p>
<p><a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/08/20/Berita_Utama-Jateng/krn.20080820.139998.id.html"><br />
</a></p>
<p><a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/08/20/Berita_Utama-Jateng/krn.20080820.139998.id.html"><br />
</a></p>
<p><a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/08/20/Berita_Utama-Jateng/krn.20080820.139998.id.html"><br />
</a></p>
<p><strong>Akan Ikut Lomba Wirausaha Muda Tingkat Dunia</strong></td>
</tr>
<tr>
<td align="left"><img src="http://www.kr.co.id/images/pixel.gif" alt="" width="1" height="5" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="left" valign="top">Cacat kaki tidak menyurutkan semangat Irma Suryati (30), warga Desa Karangsari, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, untuk meraih sukses. Terbukti dengan kemampuan membuat berbagai jenis kerajinan tangan, ia akhirnya sukses sebagai wirausaha muda. Bahkan meraih peringkat I Wirausaha Muda Teladan Tingkat Nasional tahun 2007 yang diterima dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia 28 Oktober 2007 lalu.<br />
Sukses yang diraih Irma, bersama Agus (30), suaminya yang juga mengalami cacat kaki, memang tidak mudah. Diawali dengan rasa pahit dan getir. Bahkan sempat putus asa karena selalu ditolak ketika melamar kerja hanya karena ia penyandang cacat. Padahal, ia memiliki kemampuan lebih dalam membuat kerajinan tangan berbahan kain, dari membuat berbagai bentuk keset hingga bad cover dan lainnya.<br />
Dari rasa putus asa itu, muncul semangat membara untuk bisa mandiri. Dimulai dari usaha kecil-kecilan sekadar memenuhi pesanan. Hingga berkat keuletan dan kualitas kerajinan yang dihasilkan, usahanya pun berkembang pesat. Tidak hanya itu saja, ia menularkan ilmunya kepada siapa saja. Terutama kepada sesama penyandang cacat agar mampu mandiri dengan keahlian yang dimiliki.<br />
Saat ini, usaha ‘Mutiara Collection’ yang dikelola Irma bersama Agus, berhasil membuka lapangan kerja bagi sedikitnya 600 orang. Baik mereka yang normal maupun para penderita cacat. “Mereka itu binaan kami. Setelah kami ajari cara membuatnya, kami beri bahan baku dan hasilnya kami tampung,” jelas Irma yang mengalami cacat kaki akibat polio sejak umur 5 tahun.<br />
Bersama para binaannya, Mutiara Collection mampu memenuhi pesanan berbagai jenis kerajinan tangan yang jumlahnya mencapai 30 ribu lembar per bulan ke Pasar Tanah Abang Jakarta. Belum lagi, pesanan dari kota lain hingga terkadang kewalahan memenuhi pesanan.<br />
Ditemui usai menghadap Wakil Bupati Kebumen KH M Nasirudin AM, Kamis (17/1), Irma mengaku tengah mempersiapkan diri untuk menjadi duta bangsa dalam lomba wirausaha muda tingkat dunia yang akan berlangsung di Beijing Cina bulan Maret mendatang&nbsp;</p>
<p>.sumber : <a href="http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=149719&amp;actmenu=38">http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=149719&amp;actmenu=38</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=171&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2010/03/12/irma-suryati-keset-mengubah-martabat-penyandang-cacat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2010/03/irmasuryati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">irmasuryati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deputi1.kemenegpora.go.id/image/newsimage/1247634618_penghargaan03.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kr.co.id/images/pixel.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Joko Istiyanto SPd (Pencipta Alat Penghemat Energi)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/12/02/joko-istiyanto-spd-pencipta-alat-penghemat-energi/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/12/02/joko-istiyanto-spd-pencipta-alat-penghemat-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 14:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Ubah Premium Dekati Kualitas Pertamax Isu pemanasan global menjadi topik paling hangat belakangan ini. Upaya hemat energi santer menjadi suatu pilihan. Nah, Joko Istiyanto SPd menerapkan ilmu yang dipelajarinya untuk menciptakan alat penghemat. DENGAN memanfaatkan induksi magnetik, Joko Istiyanto SPd, berhasil membuat prototipe alat penghemat BBM, baik bensin maupun solar. Penelitiannya dilakukan sejak menjadi mahasiswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=164&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ubah Premium Dekati Kualitas Pertamax</strong></p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/12/5933_1131059369024_1603464268_30318779_4334797_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-168" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="5933_1131059369024_1603464268_30318779_4334797_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/12/5933_1131059369024_1603464268_30318779_4334797_n.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Isu pemanasan global menjadi topik paling hangat belakangan ini. Upaya hemat energi santer menjadi suatu pilihan. Nah, Joko Istiyanto SPd menerapkan ilmu yang dipelajarinya untuk menciptakan alat penghemat.</p>
<p>DENGAN memanfaatkan induksi magnetik, Joko Istiyanto SPd, berhasil membuat prototipe alat penghemat BBM, baik bensin maupun solar.<br />
Penelitiannya dilakukan sejak menjadi mahasiswa semester 3 Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).</p>
<p>Kala itu, alat ini menjadi juara I Lomba Hemat Energi. Penelitian pun berlanjut hingga 2000. Tema hemat energi dengan penerapan ilmu fisika menjadi bahan skripsinya. Basis alat ini adalah induksi magnetik dari magnet permanen. Sejak 2000, alat itu dikombinasikan dengan pemanas, sehingga menjadi lebih hemat dan efisien. ’’Alat penghemat BBM merupakan kombinasi magnetik dan panas. BBM yang masuk mengalami pemanasan awal dan dimagnetisasi,’’ ujar Joko di rumah produksi CV Karya Solenoida, Jalan A Yani No 94 Wedi, Klaten.</p>
<p><span id="more-164"></span>Alat berukuran sedang itu dipasang pada selang antara tangki dan karbutaror dengan dua kabel. Kabel merah dihubungkan ke setop kontak, kabel hitam ke sisi negatif aki atau bodi mobil. Jika alat itu bekerja, lampu LED merah akan menyala.<br />
Ubah Premium Dengan menggunakan alat itu, premium yang masuk akan keluar dengan kualitas mendekati pertamax, sedang solar akan keluar dengan kualitas mendekati solar dex. Dengan kualitas BBM yang meningkat, pembakaran menjadi lebih efisien sehingga bisa menghemat 40% BBM.</p>
<p>Karyanya pernah diikutkan Lomba Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten Klaten 2007, keluar sebagai juara I, mewakili Klaten maju ke tingkat Jawa Tengah dan mendapat juara I. Selanjutnya, maju ke tingkat nasional meraih juara II. Saat ini, alat itu diproduksi dengan nama Femax Combo, khusus untuk motor, mobil bensin 1.000 cc dan di atas 1.500 cc, mobil solar dan truk. Alat dijual Rp 100.000 untuk motor, Rp 300.000 untuk truk dengan garansi satu tahun.</p>
<p>Dia menjamin, magnet di dalamnya tidak akan rusak karena panas. Magnet akan rusak pada suhu 120 derajat Celsius, sedang alat itu paling panas hanya 90 derajat Celsius. ’’Alat ini laris saat harga BBM naik. Sekarang harga BBM sudah turun, tapi alat itu tetap bisa menambah hemat,’’ katanya.</p>
<p>Dalam sebulan bisa menjual 500 unit Femax berbagai ukuran. Alatnya didistribusikan ke berbagai kota di Tanah Air. Joko kini memperkerjakan 20 karyawan tetap dari lingkungan sekitar rumah produksinya di Wedi.</p>
<p>Selain itu membuka cabang di berbagai kota di Jawa dan di luar Jawa. ’’Produk ini masih terus berkembang, saat ini sedang menjadi materi penelitian tesis S2 saya. Saya dengan LIPI sedang meneliti alat seperti ini, tapi di Klaten sudah ada,’’ kata mahasiswa semester 4 jurusan teknik mesin di Program Pasca Sarjana UGM Yogyakarta.<br />
Penghemat Listrik Setelah berhasil menciptakan alat penghemat BBM, mantan siswa SMA Negeri 2 Klaten itu menciptakan alat lain. Selain dunia otomotif, masalah sumber energi di rumah sehari-hari juga menjadi perhatiannya, terutama listris dan gas elpiji. Belakangan PLN gencar mengkampanyekan hemat listrik pada beban puncak pukul 17.00-22.00.</p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/12/4780_1114626798220_1603464268_30266923_5461511_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-165" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="4780_1114626798220_1603464268_30266923_5461511_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/12/4780_1114626798220_1603464268_30266923_5461511_n.jpg?w=250&#038;h=187" alt="" width="250" height="187" /></a>Dia mengembangkan alat penghemat listrik cukup dicolokkan ke stop kontak. Alat ini tak menyalahi aturan, karena alat bekerja mereduksi beban semu atau beban induksi dari arus PLN. ’’Dengan alat ini, pemakaian listrik menjadi lebih hemat sampai 30%. Sebenarnya PLN butuh alat ini, tapi pengadaannya butuh biaya Rp 100.000 per unit dengan masa pakai 3 tahun,’’ ujar Joko.</p>
<p>Khusus untuk setrika, ada alat khusus untuk mengefisienkan pemanasan. Namun alat yang dijual dengan harga Rp 150.000 itu hanya punya satu lubang stok kontak. Selain listrik, sumber energi gas tak terlewatkan. Sebuah magnet yang dipasang di selang berfungsi menghomogenkan molekul hidrokarbon, sehingga lebih mudah berikatan dengan oksigen.</p>
<p>Pembakaran biasa pada suhu 800 derajat Celsius, bila dipasangi kawat nikel dan magnet bisa sampai 1.200 derajat celsius. Penghematan bisa sampai 20%, karena panas yang dihasilkan lebih tinggi maka masakan lebih cepat matang. Setiap bulan dia menerima pesanan 100 sampai 200 unit penghemat gas.</p>
<p>Belum lama ini, dia menemukan cairan X-Clean untuk meningkatkan oktan BBM secara kimiawi yang dapat penghemat BBM sampai 10%. Cairan biofuel itu dibuat dari sari-sari minyak jarak dan jelantah, namun prosesnya membutuhkan energi tinggi. Ada pula Firemax, untuk mengaktifkan pengapian. Alat sederhana itu dipasang pada aki yang bekerja sebagai penguat dan menstabilkan tegangan voltase DC sampai 30%. Alat ini mampu meningkatkan tenaga aki meningkat sampai 3 PK.(Merawati Sunantri-77)</p>
<p>sumber :</p>
<p><a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/03/11/55439/Ubah.Premium.Dekati.Kualitas.Pertamax">suaramerdeka.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=164&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/12/02/joko-istiyanto-spd-pencipta-alat-penghemat-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/12/5933_1131059369024_1603464268_30318779_4334797_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5933_1131059369024_1603464268_30318779_4334797_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/12/4780_1114626798220_1603464268_30266923_5461511_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4780_1114626798220_1603464268_30266923_5461511_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eko Cahyono (Perpustakaan Anak Bangsa)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/19/eko-cahyono-perpustakaan-anak-bangsa/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/19/eko-cahyono-perpustakaan-anak-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 15:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Peran Pemerintah dalam mencerdaskan rakyatnya belum mampu mengikuti pertumbuhan minat membaca di masyarakat. Longok saja, betapa minimnya sarana prasarana perpustakaan demi memenuhi minat membaca rakyat, terutama masyarakat pedesaan. Atas dorongan itu, Eko Cahyono (29 tahun) membangun sendiri perpustakaannya, puluhan kilomoter di pedalaman Kabupaten Malang. Perpustakaan milik Eko, terletak di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung dan diberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=149&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2910-pustakaan-anak.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-152" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="2910-pustakaan-anak" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2910-pustakaan-anak.gif?w=780" alt=""   /></a>Peran Pemerintah dalam mencerdaskan rakyatnya belum mampu mengikuti pertumbuhan minat membaca di masyarakat. Longok saja, betapa minimnya sarana prasarana perpustakaan demi memenuhi minat membaca rakyat, terutama masyarakat pedesaan. Atas dorongan itu, Eko Cahyono (29 tahun) membangun sendiri perpustakaannya, puluhan kilomoter di pedalaman Kabupaten Malang.</p>
<p>Perpustakaan milik Eko, terletak di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung dan diberi nama “Perpustakaan Anak Bangsa”. Bentuk bangunannya sangat sederhana, hanya memiliki satu ruangan berukuran sekitar 6 x 12 meter. Kesederhanaan lain nampak dari dinding bambu dan atap asbes sebagai pelindung dari hujan dan panas mentari.</p>
<p><span id="more-149"></span><br />
Memasuki bagian dalam bangunan perpustakaan, jangan berharap menemukan meja kursi baca yang nyaman. Asal tahu, lantai perpustakaan itu masih menyatu dengan tanah. Namun, supaya dekat dengan kesan nyaman, sang pengelola menutupi lantai tanah itu dengan karpet merah yang telah usang.<br />
Meskipun casing bangunannya memprihatinkan, ternyata Anak Bangsa memiliki koleksi buku yang tergolong komplit.</p>
<p>Buku Harry Potter maupun karangan Pramoedya Ananta Toer menghiasi rak-rak kayu yang mulai lapuk dimakan rayap. Buku karangan penulis terkenal lainnya juga melengkapi koleksi perpustakaan yang kini mencapai 15 ribuan.</p>
<p>Anak Bangsa ternyata juga memiliki piranti elektronik yang ‘wah’ untuk ukuran perpustakaan dengan lokasi Ndeso, yakni dua unit komputer beserta printernya. Tapi, kedua benda canggih yang masih baru itu, tergeletak di pojok perpustakaan Anak Bangsa. Menurut empu perpustakaan Eko Cahyono, benda sumbangan itu terpaksa menganggur karena permasalahan listrik.</p>
<p>“Wong kita ini listriknya masih numpang tetangga mas, tegangannya ndak kuat kalau dipakai untuk komputer. Padahal saya sudah membayangkan, anak-anak desa Sukopuro antusias belajar komputer di dalam perpustakaan ini,” paparnya.<br />
Tak hanya soal listrik, bangunan perpustakaan yang berdiri saat ini, ternyata juga menyimpan history perjuangan Eko Cahyono. Pemuda lulusan SMA itu sempat berpindah lokasi selama sembilan kali sebelum menduduki lokasi sekarang. Anak Bangsa terpaksa menjadi perpustakaan nomaden karena masa kontrak rumah habis.</p>
<p>“Saya mengembangkan perpustakaan ini sejak tahun 1998, baru tahun 2007 membangun gedung dari bambu ini diatas lahan pinjaman dari warga,” katanya.</p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/perpus-eko-cahyono.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-158" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="Perpus-eko-cahyono" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/perpus-eko-cahyono.jpg?w=780" alt=""   /></a>Permasalahan klasik pun muncul ketika, gedung perpustakaan akan dibangun, finansial. Dengan modal tekad, semangat plus setengah nekat, Eko melego sepeda motor kesayangannya. Hatinya girang, sepeda motor itu laku enam juta rupiah dan dijadikan modal menghidupi perpustakaan.</p>
<p>“Tapi satu bulan lagi perpustakaan ini harus pindah mas, karena lahan akan dipakai pemiliknya. Sekarang saya masih bingung mencari kontrakan,” aku pemuda asli Sukopuro itu.</p>
<p>Tergusurnya Anak Bangsa, secara tak langsung bakal mengancam sekitar 8000 anggota tetap perpustakaan. Warga Sukopuro terdiri dari pemuda desa, guru, pelajar, ibu rumah tangga hingga kuli bangunan akan kehilangan secercah cahaya pengetahuan mereka. Selama bertahun-tahun, Anak Bangsa memberikan ilmu lewat buku secara gratis tanpa batas waktu peminjaman dan denda.<br />
“Anggota kita sampai Dinoyo (kota Malang) Merjosari, termasuk beberapa mahasiswa Brawijaya. Hampir seluruh guru di Jabung meminjam buku disini, karena 99 persen sekolah tidak memiliki perpustakaan,” imbuhnya.<br />
Bahkan sekitar 10 koleksi kamus milik Anak Bangsa hingga saat ini masih menjadi rebutan 2000 peminjam. Sehingga, Eko membuat kebijakan baru bahwa kamus tidak boleh dibawa pulang. Mengenai buku-buku lainnya dia membebaskan sepenuhnya.</p>
<p>“Buku Anak Semua Bangsa karangan Pram, sampai saat ini masih beredar di Merjosari sudah dipinjam selama satu tahun sepuluh bulan. Saya ndak menganggap hilang, saya anggap masih dipinjam karena muter terus,” ujar cerpenis itu.</p>
<p>Eko berharap pemerintah ikut memberi bantuan dengan menyediakan gedung yang bisa menampung buku-bukunya. Pasalnya, banyak anggota mulai mengeluh dan khawatir kehilangan buku-buku penuh ilmu. Betapa tidak, selain bisa meminjam gratis, Anak Bangsa juga melayani peminjaman 24 jam, asal Eko masih belum tidur.</p>
<p>“Setiap tahun anak-anak sekolah sini meminjam buku paket secara bergantian. Buku itu dipinjam sampai mereka naik kelas dan akan bergeser ke generasi selanjutnya. Saya kira hal itu hanya ada di sini,” katanya sambil terkekeh.<br />
Butuh perhatian dan aksi nyata dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk menyelamatkan oase ilmu di Sukopuro. Selama ini, Anak Bangsa tetap eksis dengan biaya administrasi harian sekitar Rp 5000. biaya operasional itu sepenuhnya ditanggung Eko Cahyono melalui honor cerpen maupun pekerjaan tidak tetap lainnya.</p>
<p>“Jangan dipikir orang desa itu malas membaca, justru mereka tak membaca karena tak ada fasilitas mas,” pungkas Eko.</p>
<p>Salah satu pemuda desa Sukopuro, Agus Salim mengaku amat cinta dengan perpustakaan Anak Bangsa. Agus bahkan selalu menghabiskan waktunya dengan menyelami ribuan buku di perpustakaan itu. Hal senada juga dikatakan Munir, yang mengaku tak pernah menyentuh buku sebelum Anak Bangsa berdiri.<br />
“Dulu tidak ada tempat baca buku, kami (pemuda) sangat terbantu keberadaan Anak Bangsa,” aku penggemar buku-buku agama itu.</p>
<p>sumber:  <a href="http://www.malang-post.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1719%3Ajual-sepeda-motor-demi-wujudkan-perpustakaan&amp;Itemid=53">www.malang-post.com</a></p>
<p><strong>Perpustakaan ‘Anak Bangsa’ Menangi Lomba di Swiss</strong><br />
Belum lama ini, tepatnya tanggal 28-30 Agustus lalu, perpustakaan desa ‘Anak Bangsa’ yang berlokasi di desa Sukopuro, Jabung menjadi pemenang utama dalam kompetisi perpustakaan desa sedunia yang di gelar di kota Zug, Switzerland. Melalui foto-foto yang dikirim melalui email, Perpustakaan ‘Anak Bangsa’ menampilkan beraneka ragam koleksi buku dengan ribuan judul, aktivitas perpustakaan, bangunan fisik perpustakaan, fakta antusiasnya warga masyarakat desa mengunjungi perpustakaan baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Sekitar 50 koleksi foto yang terkirim ini kemudian dipampang oleh panitia di lokasi lomba, tepatnya di kota Zug, Swiss.</p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/gow-picture-028.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-160" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="GOW  -Picture 028" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/gow-picture-028.jpg?w=250&#038;h=187" alt="" width="250" height="187" /></a>Alhasil dari banyak peserta lomba sedunia,perpustakaan “Anak Bangsa”jabung paling banyak menyedot perhatian dan menjadi daya tarik pengunjung pameran karena bangunan perpustakaan terbuat dari bambu yang penuh kesederhanaan dan akhirnya ditetapkan sebagai pemenang terfavorit di ajang kompetisi tersebut.<br />
Eko Cahyono, pengelola atau pemilik perpustakaan Anak Bangsa, mengaku bangga dengan kemenangan di ajang lomba tersebut sehingga ia berhak mendapat bantuan ratusan judul buku dari panitia. Akan tetapi, dalam penerimaan kiriman buku-buku ini mengalami kendala karena biaya pengiriman ditanggung oleh pemenang.</p>
<p>“Biaya kirim jumlahnya mencapai jutaan rupiah sehingga Saya amat keberatan,” keluh Eko.<br />
Kebanggaan Eko juga kurang dinikmati lantaran keterbatasan perpustakaan yang dikelolanya. Seperti pekan lalu, Eko kembali mendapatkan bantuan satu set komputer lengkap dengan mesin printer dari Indosat yang sebelumnya juga pernah mendapatkan satu unit, selain bantuan buku-buku.Tetapi, dua unit komputer tersebut belum dapat difungsikan karena perpustakaan ini belum memiliki aliran listrik.</p>
<p>Namun begitu, Eko tidak berkecil hati. Paling tidak kemenangan tersebut menjadi<br />
kebanggaan tersendiri baginya sebagai pengelola perpustakaan yang keberadaanya di kenal hingga masyarakat manca negara<strong>.</strong></p>
<p>sumber: <a href="http://www.koranpendidikan.com/artikel/4311/sedot-perhatian-karena-bangunan-dari-bambu.html">www.koranpendidikan.com</a></p>
<p><strong>Cahaya dari Perpustakaan Kampung</strong></p>
<p>&#8220;Jika kita mengerjakan apa yang kita bisa, maka Tuhan akan mengerjakan apa yang tidak bisa kita lakukan.&#8221;</p>
<p>Sepotong tulisan tersebut tertempel begitu saja di salah satu sudut ruangan bambu berukuran 6 meter x 12 meter. Tulisan itu-entah buatan sendiri atau mengutip perkataan orang lain-menjadi bagian dari beraneka curahan hati anak, remaja, dan orang tua yang menjadi anggota Perpustakaan Anak Bangsa.</p>
<p>Curahan hati, surat-menyurat pasangan kekasih, pertanyaan, ide, dan beragam kreasi ribuan anggotanya seakan menjadi kertas dinding yang menutupi celah-celah kayu penyangga perpustakaan tersebut.</p>
<p>Perpustakaan Anak Bangsa di Jalan Brawijaya Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, merupakan sebuah perpustakaan kampung. Perpustakaan ini didirikan orang kampung dan diperuntukkan bagi orang kampung di sekitarnya, bahkan bagi warga yang tinggal belasan kilometer dari lokasi ini.</p>
<p>Bangunannya jauh dari kesan mewah layaknya perpustakaan pada umumnya. Keberadaannya bersebelahan dengan kebun singkong dan tanaman ladang lain. Bangunan, lebih tepat disebut bilik, dipayungi atap asbes. Lantainya masih dari tanah dan ditutup karpet seadanya.</p>
<p>Namun dari bangunan sederhana itu telah lahir beragam karya, pemikiran, dan semangat menjadi orang besar. Perpustakaan itu dirintis Eko Cahyono (29), pemuda lulusan sekolah dasar (SD) yang awalnya hanya mengandalkan kecintaan pada buku.</p>
<p>Pada tahun 1998 Eko membangun perpustakaan kecil-kecilan di rumahnya. Semula ia menarik minat baca orang di kampungnya dengan majalah dan tabloid dewasa, seperti Liberty serta Popular.</p>
<p>&#8220;Awalnya, dengan pancingan gambar-gambar dari majalah itu, orang- orang mulai datang melihat dan membaca. Lama-lama kini saya sendiri kewalahan meladeni keinginan membaca mereka. Mereka sudah menanyakan buku seperti The Da Vinci Code, Harry Potter, atau buku-buku Pramoedya Ananta Toer,&#8221; tutur Eko.</p>
<p><a href="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/perpus-eko-cahyono-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-159" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="Perpus-eko-cahyono-2" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/perpus-eko-cahyono-2.jpg?w=780" alt=""   /></a>Jumlah anggota perpustakaannya kini sekitar 7.600 orang, dengan 2.000 orang di antaranya adalah pelajar. Mereka terdiri atas pelajar, pekerja pabrik, guru, dan ibu rumah tangga. &#8220;Bahkan, ibu guru di sekolah sekitar sini juga sering meminjam buku di sini karena perpustakaan di sekolahnya tidak jalan,&#8221; ujar anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut.</p>
<p>Membangun perpustakaan itu pun tidak mudah. Karena semakin hari yang datang ke rumahnya bertambah banyak, ia harus mengontrak rumah sendiri. Ia bahkan harus pindah sembilan kali untuk mendapat lokasi sekarang. Itu pun dengan bumbu nyaris digerebek aparat kampung karena setiap malam banyak anak berkumpul di tempatnya, yang disangka berbuat mesum atau hal-hal negatif lainnya.</p>
<p>Namun, lama-kelamaan Eko dan anggota perpustakaan membuktikan bahwa mereka berkumpul di sana untuk hal positif. Mereka belajar membaca, menulis, menggambar, berdiskusi, ikut lomba mading dan lomba foto, serta beragam kegiatan lain.</p>
<p>Bahkan dari ajang berkumpul di sana, perpustakaan itu telah melahirkan 40 pasangan yang sudah beranak-pinak dan berkeluarga.</p>
<p>&#8220;Kini yang saya inginkan adalah mendapatkan tempat permanen. Pasalnya, tanah tempat perpustakaan ini pun masih meminjam dari orang. Saya ingin perpustakaan ini terus jala, dan semakin banyak buku koleksinya. Kini kesulitan saya bukan lagi mengajak mereka membaca, melainkan mencari buku-buku baru yang siap dibaca,&#8221; ujar pemuda yang mengoperasikan perpustakaan itu secara mandiri.</p>
<p>Anggota Perpustakaan Anak Bangsa tidak dipungut biaya. Beban operasional seperti pembayaran listrik (yang masih menumpang tetangga) dan pembelian buku, pensil, serta lem ditanggung dari hasil Eko berdagang sembako kecil-kecilan (dijalankan kakaknya) dan dari cerpen-cerpen Eko yang dikirimkan ke tabloid atau majalah remaja.</p>
<p>Buku koleksi Perpustakaan Anak Bangsa mulai majalah Bobo, Liberty, buku pelajaran sekolah, buku komputer, novel roman remaja seperti karya Mira W, novel karya Dan Brown, buku-buku Pram seperti Arus Balik, hingga novel berbahasa Inggris seperti The Jesus Incident karya Frank Herbert dan Bill Ransom.</p>
<p>Perpustakaan Eko buka 24 jam, meminjamkan buku tanpa batas waktu dan tanpa denda. Rupanya, selama ini buku-buku yang dipinjam selalu kembali dan tidak pernah hilang. Bagi Eko, itu membuktikan orang kampung juga jujur dan bisa dipercaya.</p>
<p>Kini Eko kesulitan memuaskan nafsu membaca orang-orang di kampungnya itu, seperti pedagang bakso, buruh pabrik, ibu rumah tangga, dan pelajar. &#8220;Pernah saya berpikir tidak sanggup lagi dan ingin menutup perpustakaan ini. Namun, mereka menguatkan saya. Katanya, saya harus bertanggung jawab. Dahulu saya yang mengajari mereka membaca, kok kini akan ditinggalkan begitu saja,&#8221; ujarnya sambil tersenyum kecut. &#8221; Perpustakaan Eko buka 24 jam, meminjamkan buku tanpa batas waktu dan tanpa denda. &#8220;</p>
<p>sumber: <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/24/15011964/cahaya.dari.perpustakaan.kampung">kompas.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=149&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/19/eko-cahyono-perpustakaan-anak-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2910-pustakaan-anak.gif" medium="image">
			<media:title type="html">2910-pustakaan-anak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/perpus-eko-cahyono.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perpus-eko-cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/gow-picture-028.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GOW  -Picture 028</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/perpus-eko-cahyono-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perpus-eko-cahyono-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saur “butet” Marlina Manurung (mengabdi di jalan sunyi)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/12/saur-%e2%80%9cbutet%e2%80%9d-marlina-manurung-mengabdi-di-jalan-sunyi/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/12/saur-%e2%80%9cbutet%e2%80%9d-marlina-manurung-mengabdi-di-jalan-sunyi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Neng Butet! Bolehlah perempuan Batak bernama Saur Marlina Manurung itu, disapa demikian? Maklumlah, beberapa tahun ia sempat menetap di tatar Sunda, sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran, Jatinangor, sebelum memutuskan hidup di belantara hutan di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Propinsi Jambi, sekitar 225 km dari Kota Jambi ke arah barat. Sebelumnya, orang tak begitu mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=128&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-133" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="g15866_u13120_butet_di_hutan" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/g15866_u13120_butet_di_hutan.jpg?w=200&#038;h=187" alt="g15866_u13120_butet_di_hutan" width="200" height="187" /></p>
<p>Neng Butet! Bolehlah perempuan Batak bernama Saur Marlina Manurung itu, disapa demikian? Maklumlah, beberapa tahun ia sempat menetap di tatar Sunda, sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran, Jatinangor, sebelum memutuskan hidup di belantara hutan di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Propinsi Jambi, sekitar 225 km dari Kota Jambi ke arah barat.</p>
<p>Sebelumnya, orang tak begitu mengenal sosoknya. Namun, pemunculannya dalam sebuah iklan surat kabar nasional di layar kaca, orang kerap panasaran dibuatnya. Bagaimana tidak, di usianya yang terbilang muda, lajang satu ini justru memilih hidup di kawasan pedalaman yang dihuni Suku Anak Dalam–orang banyak menyebutnya Suku Kubu. Tapi mereka lebih senang disebut Orang Rimba–Jambi, yang jauh dari hingar-bingar kehidupan kota.<span id="more-128"></span></p>
<p>“Kubu artinya bau, jorok, dan bodoh. Makanya, mereka sering marah jika disebut Suku Kubu. Mereka lebih senang bila dipanggil dengan sebuatan Orang Rimba,” kata Butet menjelaskan arti Kubu, saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, belum lama ini.</p>
<p>Pilihan yang sulit dimengerti dengan cara mengabdi di “jalan sunyi”. Tapi itulah hebatnya Butet. Ia memilih tugas mulia: Mengajar baca-tulis kepada bocah-bocah Suku Anak Dalam. Harapannya cuma satu. “Saya ingin meyakinkan mereka, bahwa bagaimanapun pendidikan dapat memproteksi mereka dari ketertindasan dunia luar,” katanya.</p>
<p>Cerita pilu masyarakat Orang Rimba cukuplah membuat Butet trenyuh. Mereka sering dijadikan objek penipuan orang-orang luar, terang Butet. Dengan sejumlah iming-iming, lahan mereka ditebang. “Tapi, akhirnya mereka justru tidak mendapatkan apa-apa,” ungkapnya.</p>
<p>Kondisi itulah yang justru menarik Butet untuk mengajari anak-anak Suku Anak Dalam membaca dan menulis. Terang Butet, ia mulai masuk kawasan hutan tersebut sejak tahun 1999. Sejak itulah mulai banyak dari mereka yang kini sudah bisa membaca, menulis dan menghitung. “Anak-anak di sana ada yang sudah bisa baca akta perjanjian, melakukan proses jual-beli dan menghitung,” terang Butet.</p>
<p>Inilah yang membuat Butet bahagia. Padahal, usaha untuk bisa meyakini kehadirannya di masyarakat Suku Anak Dalam, tidaklah mudah. Berkali-kali, kehadiran Butet ditolak, bahkan tidak segan-segan mereka mengusirnya. “Penolakan itu barangkali karena mereka punya pengalaman buruk,” katanya.</p>
<p>Alasan tersebut bisa dipahami Butet. Tapi, darah Batak yang mengalir dari tubuhnya, tak segera membuatnya menyerah. Secara sembunyi-sembunyi ia mengajar sejumlah bocah. Satu-satunya orang yang percaya akan kehadirannya adalah seorang bocah bernama Gentar. “Dia orang yang pertama kali percaya kepada saya. Dia juga yang meyakinkan anak-anak lainnya,” ungkapnya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-144" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="News_200505_pendidikan7" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/news_200505_pendidikan7.jpg?w=780" alt="News_200505_pendidikan7"   />Lama kelamaan, usaha untuk meyakinkan masyarakat Suku Anak dalam akhirnya berbuah. “Saya sempat disumpah. Saya juga sempat yakinkan mereka bahwa kehadiran saya di sana bukan untuk menyebarkan agama baru atau merusak hutan mereka,” ungkap anak sulung dari empat bersaudara itu.</p>
<p>Kesenangannya kepada kegiatan pencinta alam, justru yang membuat perempuan Batak kelahiran Jakarta 21 Februari 1972 jatuh cinta kepada belantara hutan kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Propinsi Jambi. Lima tahun lalu, ia mulai masuk-keluar hutan Bukit Dua Belas. “Keberadaan saya di Jambi, sebenarnya lebih karena kecelakaan saja. Tadinya saya ingin menetap di belantara hutan Irian,” terang Butet, tanpa merinci lebih jauh.</p>
<p>Nasib juga lah yang menggiringnya dikenal masyarakat luas. Dedikasi Butet dalam mencerdaskan anak-anak pedalaman mulai tampak jejaknya, ketika beberapa wartawan dan wartawati menemuinya di lokasi pedalaman Propinsi Jambi. “Waktu itu, dengan menggunakan motor trail, saya sempat menjadi penunjuk jalan mereka. Setelah sampai lokasi yang dituju, mereka baru sadar kalau saya ini perempuan. Kita ngobrol banyak. Ya, akhirnya oleh salah satu wartawati dari Kompas saya sempat dihubungi untuk dijadikan bintang iklan surat kabarnya,” katanya.</p>
<p>Satu tahun mengajar anak-anak Suku Anak Dalam, usaha Butet mendapat perhatian. Ia dianugerahi penghargaan Man and Biosfer yang diberikan LIPI bekerja sama dengan UNESCO pada tahun 2000.</p>
<p>Empat tahun kemudian, sejarah kembali terulang</p>
<p>Senin (8/3) anak dari pasangan Victor Manurung dengan Anar Tiur Samosir ini kembali dianugerahi penghargaan 1st antv Women of The Year Award untuk kategori bidang pendidikan. Menyisihkan Dra. Hj. Nurlaila Nuzulul Qur’any dan Ria Winanti, yang juga menjadi nomine kuat di kategori tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-143" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="butet" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/butet.jpg?w=780" alt="butet"   />Butet dianggap perempuan yang memiliki konsep pendidikan alternatif. Ia juga dianggap telah memberi manfaat bagi masyarakat di pedalaman. “Sebenarnya, saya risau menerima penghargaan semacam ini karena takut memunculkan banyak ekspektasi,” tuturnya.</p>
<p>Disinggung soal pola pendidikan semacam apa yang pas untuk anak Indonesia, dengan enteng Butet memberi jawaban singkat dan tak berbelit-belit. “Yang tepat guna,” katanya usai menerima penghargaan malam itu.</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan tepat guna, tak lain adalah pendidikan yang bisa diterapkan dan disukai oleh anak-anak. “Anak-anak bisa memahami dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatnya,” katanya.</p>
<p>Pola pendidikan yang dicoba diterapkan Butet kepada anak-anak di pedalaman Suku Anak Dalam, tentulah sangat berbeda dengan guru kebanyakan di tanah air. Dengarkan saja penuturannya. Ungkap Butet, pola belajar yang dikembangkan lebih mengikuti mood murid. “Kalau jam 12 malam mereka masih mood, ya kita terus saja jalan. Pokoknya, jam belajar tidak terbatas. Asalkan, tidak melupakan unsur bermain. Proses belajar-mengajar sekarang kebanyakan justru meninggalkan unsur bermain,” kata bu guru Butet, yang terinspirasi film petualangan Indiana Jones itu.</p>
<p>Selain menjadi guru, sewaktu-waktu Butet juga bisa menjadi murid. Banyak pelajaran yang ternyata bisa diperoleh dari mereka, seperti bagaimana mengenali jejak sampai mengobati secara tradisional. Hal-hal itulah yang tidak pernah didapatnya ketika masih sekolah maupun di perguruan tinggi.</p>
<p>Disinggung soal cita-citanya ke depan, Butet pun enggan muluk-muluk. Dengan enteng ia berharap bisa jadi konsultan pendidikan untuk anak-anak di suku pedalaman lainnya. “Saya ingin jadi konsultan bagi mereka yang peduli kepada pendidikan anak-anak di pedalaman,” katanya mantap.</p>
<p>sumber <a href="http://www.kompas.co.id/gayahidup/news/0403/14/053453.htm">http://www.kompas.co.id/gayahidup/news/0403/14/053453.htm</a></p>
<p><a href="http://www.kompas.co.id/gayahidup/news/0403/14/053453.htm"><br />
</a></p>
<h2><strong>Sekolah Untuk Kehidupan</strong></h2>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-138" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="g15866_u13119_foto_butet[1]" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/g15866_u13119_foto_butet1.jpg?w=780" alt="g15866_u13119_foto_butet[1]"   />April 2004, ketika ANTEVE memberi penghargaan “Women of the Year“ kepada perempuan bernama asli Saur Marlina Manurung ini, ia mulai santer dibicarakan. Apalagi ketika Oktober kemudian majalah TIME Asia menobatkannya sebagai salah satu <a href="http://www.time.com/time/asia/2004/heroes/hbutet_manurung.html">“TIME Asia’s Heroes”</a>, mata Indonesia pun terbuka.Butet lantas dipuji, disanjung dan ada pula yang mengklaim, Butet adalah Kartini jaman sekarang. Dan 5 Januari kemarin, ketika Butet mempresentasikan bukunya “SOKOLA RIMBA,” di ruang sidang perpustakaan Universitas Sumatra Utara, Selasa (5/2), ia disanjung lagi (bahkan) bagaikan selebritis.</p>
<p>Ya, Butet adalah sosok yang inspiratif dengan apa yang telah ia lakukan. Bahkan, seorang Presiden Susilo Bambang Yudoyono pun tak begitu saja menutup mata pada spirit kepahlawan Butet, perempuan kelahiran Jakarta, 12 Februari 1976 itu.</p>
<p>Dalam artikelnya, <a href="http://www.time.com/time/asia/2005/heroes/essay.html">The Making of a Hero</a>, yang diterbitkan di majalah TIME Asia, edisi 3 Oktober 2005, Presiden SBY mengawali tulisannya dengan kalimat: <em>“Every society needs heroes. And every society has them. The reason we don’t often see them is because we don’t bother to look.”</em> Setiap masyarakat membutuhkan figur pahlawan. Dan setiap komunitas sebenarnya memilikinya. Hanya saja kita sering mengabaikannya, itu karena kita sering menutup mata padanya.</p>
<p>Apa yang dilakukan Butet setidaknya juga telah menginspirasinya kembali untuk melahirkan “SOKOLA RIMBA”, buku “diary” yang ditulis Butet berdasarkan pengalamannya selama mengabdi di bagi komunitas Orang Rimba di pedalaman Bukit Dua Belas Jambi.</p>
<p>Buku setebal 250 halaman yang ia rangkum selama rentang waktu enam tahun ini, selain banyak bercerita dari sudut pandang Butet sebagai pendidik dengan berbagai tantangan yang dihadapinya, juga menceritakan kultur Orang Rimba yang kerap dianggap bodoh, miskin, primitif dan stereotip negatif lainnya.</p>
<p>“Padahal, mereka sebenarnya memiliki kehidupan sendiri yang sama sekali jauh dari stereotip itu,” kata Butet. “Orang sering menyebut mereka (Orang Rimba) Kubu, padahal arti Kubu sebenarnya memiliki kesan merendahkan,” jelas Butet lagi.</p>
<p>Di kalangan penduduk Jambi sendiri, kata “Kubu” selalu distereotipkan kepada komunitas yang dianggap terpinggirkan, bodoh, bau, primitif, (tidak modern). Karena “kebodohan” itu, komunitas Orang Rimba seringkali menjadi korban penipuan oleh pendatang-pendatang asing yang menganggap dirinya, pintar, modern, beradab, “manusia yang benar-benar manusia”.</p>
<p>Maka dalam pengabdiannya, Butet sebenarnya bukan hanya mengajari Orang Rimba membaca dan menulis, tapi juga turut membantu memecahkan persoalan yang selama ini sering mereka hadapi. Misalnya, bagaimana agar mereka sadar bahwa hutan yang mereka tempati harus dijaga kelestariannya, bagaimana juga agar mereka tidak kerap tidak berdaya menghadapi orang asing yang ingin menebang hutan mereka, dan persoalan sosial lainnya.</p>
<p>“Untuk menjaga kelestarian hutan, tak cukup hanya menyadarkan mereka bahwa hutan adalah tempat tinggal mereka, tapi juga perlu dibekali pengetahuan hukum agar mereka tidak mudah diperdaya pendatang asing yang ingin menebang hutan mereka,” kata Butet yang memiliki dua gelar sarjana, Sastra Indonesia dan Antropologi Unpad Bandung itu.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-141" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="cover+depan" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/coverdepan.jpg?w=184&#038;h=260" alt="cover+depan" width="184" height="260" /></p>
<p>Dalam acara bedah buku yang juga dihadiri pembicara, Sofian Tan (YEL), Ryhta Tambunan dan Taufan Damanik dari Fakultas Antropolog FISIP USU dan Billy Khaeruddin (Kompas) itu, Butet juga menceritakan bagaimana ia merintis Yayasan SOKOLA yang telah berdiri sejak 2003.</p>
<p>Yayasan “SOKOLA” merupakan wadah pendidikan alternatif yang mencoba menjangkau komunitas-komunitas di Indonesia yang tidak terjangkau sekolah formal. Selain Jambi, beberapa wilayah yang telah dijangkau di antaranya Flores, Halmahera, Bulukumba, Aceh, Yogyakarta, Makassar, Klaten dan Kampung Dukuh. “Kami menyebutnya Sekolah untuk Kehidupan,” kata Butet.</p>
<p>Upaya Butet, sekali lagi, adalah upaya yang tidak mudah, setidaknya untuk memberikan perubahan kepada negara ini, khususnya di bidang pendidikan. Tak salah jika Butet disebut pahlawan, di saat bangsa ini memang membutuhkan sosok seperti dia. Maka, seperti kata SBY di akhir tulisannya tadi, <em>“Perhaps there is a hero in all of us. We just need to look,”</em> apa yang telah dilakukan Butet memang pantas kita beri apresiasi, pujian dan yang paling utama adalah dukungan.</p>
<h2><strong>Sisi lain Saur Marlina &#8220;Butet&#8221; Manurung</strong></h2>
<p>Mengambil keputusan hidup di hutan, bukan perkara mudah. Tidak semua orang bisa melakukannya. Tapi, buat Saur Marlina “Butet” Manurung, menjadi guru pendidikan alternatif bagi Orang Rimba yang dulu dikenal sebagai Suku Anak Dalam atau Kubu di Taman Nasional Bukit 12 dan Taman Nasional Bukit 30, Jambi, adalah pilihan tepat dalam hidupnya”</p>
<p>“Kalau ada yang tanya mengapa aku suka tinggal di hutan, justru aku akan tanya balik, mengapa orang-orang nggak suka tinggal di hutan? Padahal menurutku tinggal di hutan itu enak. Apa yang aku kerjakan saat ini adalah pekerjaan sempurna, kok pada nggak mau ya? Aneh.” Itulah jawaban yang diberikan wanita kelahiran Jakarta, 21 Februari 1972.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-139" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="2039468418_66abbf6a79_m" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2039468418_66abbf6a79_m.jpg?w=780" alt="2039468418_66abbf6a79_m"   />Keinginan Butet membuat komunitas sekolah alternatif “SOKOLA” yang sudah berjalan hampir 6 tahun ini berangkat dari niatnya yang tulus yaitu apa yang dilakukannya harus bisa berguna untuk orang lain tetapi tidak jauh dari konsep hidupnya yang ingin menjadi diri sendiri. “Jadi, bukan agar orang lain berpikir seperti itu pada kita, tapi keinginan itu murni dari diri sendiri sehingga hasilnya akan maksimal dan pasti akan berguna buat orang lain,” ungkap Butet yang meraih dua gelar kesarjanaan yaitu Antropologi dan Sastra Indonesia di Universitas Padjadjaran, Bandung.<br />
Ia sadar, konsep hidupnya memang agak sedikit egois. “Menurutku, aku harus mengerjakan apa yang aku suka, apa yang aku mau. Kalau ada orang yang berpikir apa-apa tentang aku, nggak perduli. Yang pasti aku hanya ingin apa yang aku lakukan itu bisa terwujud dan bisa berguna untuk orang lain.”</p>
<p><strong>Anak Manja yang Menemukan Dunianya</strong><br />
Saur Marlina ”Butet” Manurung</p>
<p>Dulunya, Butet adalah pribadi yang tumbuh dari didikan manja papanya, Victor Manurung. Maklum, Butet adalah satu-satunya anak perempuan dari 4 bersaudara. Biarpun dimanja, Butet dididik mencintai alam dan tidak mementingkan diri sendiri. Kemanjaan itu terhenti saat Butet duduk di kelas 3 SMA, saat papanya meninggal. Kejadiaan itu membuat Butet sangat shock. Hampir setiap hari ia ke kuburan papanya dan menangis. Untunglah, teman sekolahnya mengajaknya naik gunung untuk mengalahkan egonya, belajar tidak manja, dan berempati pada orang lain.<br />
Di situlah Butet jatuh cinta pada alam. Meskipun harus diseret-seret untuk sampai puncak gunung, Butet sangat menyukai pengalaman pertamanya ini. Yang akhirnya membuat Butet datang lagi dan datang lagi. Setiap ada waktu luang digunakan untuk naik gunung atau masuk ke hutan mulai dari Jambi, Irian Jaya, Sulsel, Timor, Sumbawa, hingga Lombok. Dalam petualangannya itu, ia belajar banyak hal, tentang diri sendiri dan hubungannya dengan teman. Ia juga banyak bertemu suku-suku dalam saat masuk ke daerah yang terpencil. Menurut Butet, masyarakat pedalaman umumnya memiliki masalah yang sama, yaitu lingkungan seperti pertambangan, illegal logging, atau penipuan- penipuan taukek.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-145" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="butet2" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/butet2.jpg?w=250&#038;h=188" alt="butet2" width="250" height="188" />Dulu, Butet tidak pernah berfikir pada orang-orangnya, yang ia tahu ingin bekerja di alam bebas. Petualangannya di alam yang berlangsung mulai 1990-1998 membuatnya gelisah dan merasa berdosa sekali, karena tidak ada yang bisa disumbangkan. “Kalau aku cuma begini-begini melulu, berarti aku cuma nyedot dan nggak kasih apa-apa,” resahnya.<br />
Sampai saat lulus di Antropologi 1998, Butet membaca pengumuman di sebuah harian nasional yang mencari relawan untuk hutan di Jambi, kegelisahannya terjawab sudah. “Masalah di jambi ternyata sangat dinamis. Suku-suku dalam di</p>
<p>Jambi sangat dekat dengan modernisasi kehidupan kota. Dan aku merasa harus membantu mereka,” jelasnya.<br />
Sebelum mengabdikan diri di Jambi, Butet sempat bekerja dengan mengandalkan kemampuan Bahasa Inggrisnya. “Aku juga pernah bekerja menemani peneliti-peneliti di Ujung Kulon, tapi rasanya tidak jadi diri<br />
sendiri. Gelisah dan sering marah-marah, bete pokoknya. Aku merasa normal ya kalau ke rimba.”<br />
Sejak masuk di Jambi September 1999, jalan Butet mendekati orang rimba tidak mudah. Butuh 6 bulan untuk akhirnya bisa diterima. Butet malah tidak langsung mengajar tapi hanya ikut berburu dan bermain dengan orang rimba. “Aku malah nggak pernah berpikir ke arah pendidikan karena sebelumnya tidak pernah berkecimpung di situ. Pengalamanku mengajar privat organ membuatku tergerak memberi pendidikan pada anak-anak rimba.” Pada Mei 2000, mulailah Butet memberi pendidikan alternatif pada anak-anak rimba yaitu memberi pengetahuan baca, tulis dan berhitung.</p>
<p>Saur Marlina ”Butet” Manurung“Aku tidak pernah buat peraturan. Dan aku tidak pernah kasih nilai dan rangking.<br />
Aku pun tidak punya buku penilaian siswa. Aku merasa tidak berhak untuk itu, mereka punya tata nilai sendiri karena mereka masyarakat adat”</p>
<p>Sistem pengajaran yang diberikan bukan seperti pendidikan nasional. Semuanya serba fleksibel. Apa yang<br />
akan dipelajari ditentukan bersama-sama. Begitu juga<br />
masalah waktu, bisa kapan saja, mulai pagi hingga malam. Tergantung permintaan anak-anak rimba. Jika, mereka bosan bisa berhenti kapan saja. Atau tiba-tiba ada yang ingin menggambar saat Butet mengajar berhitung, itu<br />
sah-sah saja. “Aku tidak pernah buat peraturan. Dan aku<br />
tidak pernah kasih nilai dan rangking. Aku pun tidak punya buku penilaian siswa. Aku merasa tidak berhak untuk itu, mereka punya tata nilai sendiri karena mereka masyarakat adat,” akunya.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-146" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="antropolog_dodi_dan_anakanak_orang_rimba" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/antropolog_dodi_dan_anakanak_orang_rimba.jpg?w=250&#038;h=196" alt="antropolog_dodi_dan_anakanak_orang_rimba" width="250" height="196" />Tempat mengajar Butet di Jambi yaitu di hutan Taman Nasional Bukit 30 (sampai tahun 2003) dan hutan Taman Nasional Bukit 12 yang mempunyai luas 60.000 hektar. Suku-suku rimba di Jambi sekitar 1.300 orang yang hidup menyebar dan berpindah-pindah. Sekali mengajar di 1 kelompok kecil terdiri dari 11 kepala suku. Di satu lokasi paling ada 5 -10 anak. Butet selalu mencari kader -yang biasanya orang rimba yang bisa sedikit berbahasa Indonesia dan sabar serta punya misi yang sama. Setelah cukup bagus, Butet akan pindah ke kelompok lain dan kelompok yang ditinggalkan tetap melanjutkan belajarnya. “Sekali-kali aku akan cek,” katanya. Centre “SOKOLA” berada di sisi Barat Taman Nasional dan dari situ untuk mencapai satu lokasi ditempuh dalam waktu 5 – 7 jam, dengan berjalan kaki.<br />
Empat tahun pertama, Butet memberikan pendidikan alternatif sendirian. Kini, ia dibantu 6 orang, dimana sejak 4 bulan terakhir terpecah-pecah, 2 di Aceh “Sekolah Survival/Life Skill”, 1 di Sekolah Pesisir Kampung Buyang Mariso-Makassar dan sisanya di Jambi yang disebutnya “Jungle School For Life”.</p>
<p>Kini, Butet sudah bisa tersenyum. Dengan ilmu yang ia berikan, orang rimba sudah mengerti bahwa hutan tempat mereka tinggal harus dipertahankan karena merupakan warisan leluhur mereka. Kepuasan tersendiri juga bagi Butet saat melihat muridnya bisa berhitung hasil penjualan rotan pada taukek. “Selain mengajar baca, tulis dan berhitung aku juga memberi pemahaman pada orang rimba, bahwa mereka punya hak untuk melarang atau bernegosiasi dengan orang yang ingin memanfaatkanhutan mereka. Mereka juga harus mulai belajar berkebun dan bertanam karena hutan semakin lama akan semakin habis. Aku senang mereka bisa menerapkan ilmu yang aku<br />
ajarkan di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.</p>
<p><strong>Didukung Keluarga</strong><br />
Meskipun kurang mendapat tanggapan dari pemerintah dan masyarakat Jambi. Namun, Butet tak perduli dan tetap menjalankan program pendidikan alternatifnya untuk anak-anak rimba.<br />
Tekadnya pun semakin kuat karena dukungan keluarga terutama mamanya Anar Tiur Samosir, yang juga mengambil S2 jurusan antropologi. “Dulu mama menghormati pilihanku, sekarang mama mengerti mengapa aku melakukan semuanya,” tuturnya. Kok bisa? Karena terdorong keinginan yang tinggi, pada tahun ke-3 Butet di rimba, mamanya tiba-tiba datang mengunjunginya. Seminggu hidup bersama orang rimba dan melihat langsung apa yang dikerjakan Butet di hutan membuat mamanya mengerti. “Butet memang jiwanya di sini, dan itu saya bisa lihat dari matanya yang berbinar-binar saat mengajar<br />
anak-anak rimba,” ucap mamanya -seperti yang</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-140" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="6360_120487249316_120337084316_2400472_4122970_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/6360_120487249316_120337084316_2400472_4122970_n.jpg?w=780" alt="6360_120487249316_120337084316_2400472_4122970_n"   />Saur Marlina ”Butet” Manurungdiungkapkan Butet. “Mama sangat mengerti aku. Begitu pula saat aku berkeinginan ke Aceh pasca Tsunami. Meski mama nggak ingin anaknya memilih pekerjaan beresiko, tapi mama juga berpikir bagaimana kalau semua ibu berpikiran sama dengannya, mungkin nggak akan ada relawan yang ke Aceh,” tuturnya.<br />
Berkat metode mengajarnya, Butet dianugrahi “The Man and Biosphere Award 2001″ dari LIPI-UNESCO, Yap Thiam Hin Award 2003, Radio SKY Female-Bandung 2003, dan anugerah Woman of the Year bidang pendidikan pada 2004 lalu. Keterkenalannya sekarang bukanlah menjadi tujuan utama, Butet bersedia diwawancarai karena<br />
ia senang jika apa yang dilakukannya bisa menginspirasikan<br />
orang, bahwa “mimpi itu nggak ada yang tidak mungkin!”.</p>
<p>Ia pun berharap akan lebih banyak lagi yang termotivasi untuk berkecimpung di dunia pendidikan utamanya untuk anak-anak marginal.</p>
<p>Butet sangat terbuka jika ada yang bergabung dengannya, terutama anak-anak muda. Dari diskusinya dengan banyak anak muda, ternyata banyak sekali yang memiliki visi dan misi yang sama dengannya. Hanya kadang, mereka tidak berani untuk memulai karena berbagai alasan seperti halangan karena orang tua atau karena perempuan sehingga berpikir-pikir dulu dalam bertindak. “Mumpung masih muda dan punya impian, saat itulah kamu harus memulai. Sebelum akhirnya menyesal dan sadar ternyata sudah berumur 70 tahun. Hidup cuma sekali, jangan takut untuk berbuat sesuatu. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya,” ucap Butet memberi semangat.<br />
Benar juga, saat kita punya impian, kejar dan lakukan. Mulai saja, saat menemui kendala yakinlah akan selalu ada jalan keluarnya. Kalau pun nantinya hancur di tengah jalan, bukanlah akhir dari segala-galanya. Yang penting apapun yang terjadi kita sudah melakukan apa yang kita inginkan. sri rahayu</p>
<p>“Mumpung masih muda dan punya impian, saat itulah kamu harus memulai. Sebelum akhirnya menyesal dan sadar ternyata sudah berumur 70 tahun. Hidup cuma sekali, jangan takut untuk berbuat sesuatu. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya”</p>
<p>Alternatif Education Community<br />
“SOKOLA”<br />
Tel: +62-746-322894<br />
Email: rumahsokola@yahoo.com<br />
Dari : <a rel="nofollow" href="http://www.sayamagazine.com/?p=269" target="_blank">http://www.sayamagazine.com/?p=269</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=128&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/12/saur-%e2%80%9cbutet%e2%80%9d-marlina-manurung-mengabdi-di-jalan-sunyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/g15866_u13120_butet_di_hutan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">g15866_u13120_butet_di_hutan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/news_200505_pendidikan7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">News_200505_pendidikan7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/butet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">butet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/g15866_u13119_foto_butet1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">g15866_u13119_foto_butet[1]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/coverdepan.jpg?w=213" medium="image">
			<media:title type="html">cover+depan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2039468418_66abbf6a79_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2039468418_66abbf6a79_m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/butet2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">butet2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/antropolog_dodi_dan_anakanak_orang_rimba.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">antropolog_dodi_dan_anakanak_orang_rimba</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/6360_120487249316_120337084316_2400472_4122970_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6360_120487249316_120337084316_2400472_4122970_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ali Zum Mashar (Temukan Pupuk Ala &#8216;Google&#8217;)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/06/ali-zum-mashar-temukan-pupuk-ala-google/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/06/ali-zum-mashar-temukan-pupuk-ala-google/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 17:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Ali Zum Mashar, mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tubuh. Berkat kejeniusannya, ia meraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009. Ali memberi nama mikroba temuannya BIOP 2000Z. &#8220;Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=108&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-110" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="4844_1071606190691_1242227892_30171132_2624380_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4844_1071606190691_1242227892_30171132_2624380_n1.jpg?w=780" alt="4844_1071606190691_1242227892_30171132_2624380_n"   />Ali Zum Mashar, mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tubuh. Berkat kejeniusannya, ia meraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009.</p>
<p>Ali memberi nama mikroba temuannya BIOP 2000Z. &#8220;Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah. Jadi kayak google (mesin pencari situs di internet) gitu,&#8221; ucapnya kepada wartawan, Jumat, 30 Oktober 2009.</p>
<p>Mikroba temuannya mampu menyuburkan berbagai jenis tanah yang hendak ditanami. &#8220;Jadi, segala jenis tanah dapat disuburkan kembali. Meskipun tanah itu tanah bekas tambang, tanah berpasir, atau tanah gambut,&#8221; katanya.<span id="more-108"></span></p>
<p>Dengan bantuan mikroba temuannya, sebidang tanah bekas tambang hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk dapat ditanami kembali. Hal itu lebih cepat 10 kali lipat dibandingkan dengan metode penyuburan konvensional tanah tambang yang membutuhkan waktu sekitar 30 tahun.</p>
<p>“Kami sudah menguji cobakan di daerah Kerengpangi, Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan 3 liter mikroba untuk tiap hektarenya, Kerengpangi yang merupakan tempat penambangan emas dapat disuburkan kembali,&#8221; Ali menjelaskan.</p>
<p>Sedangkan tanah berpasir, membutuhkan waktu yang lebih singkat. Dengan menggunakan mikroba sebanyak 8 liter per hektarenya, kesuburan tanah berpasir akan didapat dalam waktu tiga sampai empat bulan. Pemakaian mikroba ini juga dapat menghemat pemakaian pupuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pupuk Mikroba Bio P dan Kedelai Raksasa</strong><br />
16 Tahun lalu petani kedelai kita makmur. Waktu itu produksi kedelai surplus hingga 1,8 juta ton. Namun kejayaan itu tak lama, maklum kran impor dibuka tahun 1998. Gelontoran kedelai dari luar negeri pun terus mengucur, akibatnya petani enggan menanam kedelai. Lahan kedelai terus menyempit. Tiba-tiba kedelai hilang dan harganya melambung, Indonesia pun kelimpungan. Negeri ini sudah sangat bergantung pada kedelai Amerika. Kelangkaan kedelai, seharusnya tidak perlu terjadi jika pemerintah tak mengacuhkan temuan-temuan kedelai plus para peneliti. Pupuk temuan mikroba Bio P2000Z bisa membuat kedelai biasa tumbuh menjadi kedelai raksasa setinggi empat meter.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-113" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="4844_1071593950385_1242227892_30171093_989322_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4844_1071593950385_1242227892_30171093_989322_n.jpg?w=780" alt="4844_1071593950385_1242227892_30171093_989322_n"   /></p>
<p><strong>Menyuburkan<br />
</strong>Pabrik pupuk organik Bio P2000Z berada di Cileungsi, Jawa Barat. Pupuk ini mampu menyuburkan kedelai hingga berukuran raksasa, dengan tinggi hampir empat meter. Jumlah polongnya pun mencapai sekitar 3000 buah. Biasanya, tanaman kedelai paling-paling hanya setinggi 70 cm, dengan jumlah polong rata-rata 50 buah.</p>
<p>Penemu pupuk ini adalah Ali Zum Mashar. Belakangan dia begitu sibuk diundang ke berbagai tempat gara-gara kisruh kedelai. Ia diminta memaparkan temuan kedelai supernya. Memang berkat pupuk ciptaannya, kedelai mampu menghasilkan kacang berlipat ganda.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Benih ini setaraf dengan lima kedelai lokal yang dulu. Kalau mau kedelai-kedelai yang bagus, kita sumber benihnya ada semua&#8221;</p>
<p>Mahluk super mini jenis mikroba, itulah yang berperan penting menghasilkan kedelai produktif ini. Keistimewaan mikroba, menurut Ali, mampu menghasilkan zat hara dan nutrisi penyubur tanah. Alumnus Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto itu selama sekitar 10 tahun berkutat meneliti mikroba apa saja yang bisa menyuburkan tanaman, sekaligus ramah bagi manusia mau pun lingkungan.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Saya mencari dan memburu mikroba-mikroba yang bagus di daerah gambut yang sangat masam. Itu ada semacam danau yang air gambutnya hitam sekali yang di situ sangat masam dan kehidupan di situ relatif kecil. Tetapi ternyata di situ ada mikroba-mikroba spesial yang hidup dengan baik. Setelah kita ambil, kita kultur itu adalah mikroba-mikroba bermanfaat dan bukan patogen&#8221;</p>
<p>Dari hasil perburuan itu, terkumpul 18 jenis mikroba. Dengan formula tertentu, jazad renik itu diadon menjadi pupuk hayati baru, yang oleh Ali diberi nama Bio P2000Z. Bio artinya bahan hidup, P untuk perforation technology, 2000 sebagai tahun pembuatan. Tak lupa ia mengabadikan inisial namanya Z.</p>
<p><strong>Memanfaatkan mikroba<br />
</strong>Lalu bagaimana pupuk ini menyuburkan tanah?</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Di alam ini kan banyak sekali mikroba ya, ada wah, ratusan juta jenis mikroba. Manakala dia sudah kita rubah, dimutankan sesuai kebutuhan kita, maka dia kita taburkan di tanah-tanah yang gersang itu, maka dengan sendirinya dia akan hidup di tanah itu, menggunakan bahan-bahan racunnya tanah itu menjadi berguna, menjadi organik. Nah bahan-bahan organik yang diciptakan oleh mikroba itu sebetulnya adalah pupuk organik. Kemudian enzym, hormon, kemudian unsur makro dan mikro yang tercipta dari aktivitas mikroba itu sendiri. Jadi kenapa kita pusing dengan kelangkaan pupuk atau tidak ada pabrik pupuk, kalau memang alam ini juga kita buat menjadi bio reaktor pabrik pupuk?&#8221;</p>
<p>Pupuk ini juga ramah lingkungan, itulah kelebihan lainnya. Para petani tak perlu lagi menggunakan macam-macam pupuk kimia yang mengancam kelangsungan tanah. Bahkan tanah yang tak lagi subur akibat terus-terusan ditabur pupuk kimia buatan pabrik, dapat subur kembali.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Sering kita jumpai tanah itu disebut tanah yang sakit, tanah yang kurus, tanah yang padat, tanah yang terlapisi plastik karena dampak urea. Nah, kalau mikroba-mikroba itu cukup dan jumlahnya banyak, maka racun seberapa pun bisa diserap. Asal gak melebihi daya dukung lingkungan, daya dukung kemampuan mikroba mendegradasi. Kuncinya kan sederhana, bertani secara organik, kan? Atau secara ramah lingkungan kan?&#8221;</p>
<p><strong>Akrab lingkungan<br />
</strong><img class="alignleft size-medium wp-image-117" title="4764_1066866472201_1242227892_30159568_5597849_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4764_1066866472201_1242227892_30159568_5597849_n.jpg?w=250&#038;h=188" alt="4764_1066866472201_1242227892_30159568_5597849_n" width="250" height="188" />Tak hanya itu, di lahan gambut yang merupakan proyek gagal era Soeharto, kedelai mampu berbuah banyak.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Teknologi untuk menyuburkan lahan ada. Kita sudah banyak bukti. Contohnya kedelai di lahan gambut itu bisa punya potensi 4,5 ton per hektar, di lahan gambut Kalimantan tengah. Itu kita sudah pernah coba. Rata-rata kalau hanya mencari 2,5 ton itu gampang di sana&#8221;</p>
<p>Pupuk itu kini telah dipatenkan secara internasional. Pabrik Ali yang seluas lapangan sepakbola mempekerjakan enam orang, dengan kapasitas produksi hingga dua juta liter sel mikroba. Hasilnya dipasarkan dengan harga per liter maksimal Rp. 100 ribu.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Ada 60 unit bioreactor. 40 yang besar, berkapasitas sekitar 4000 liter, per bio reaktor dan ini setiap hari keluar barang, berproduksi. Memang ini kita disain satu harinya itu dihasilkan 11 ribu liter konsentrat mikroba. Nah kalau kita kembangkan, berarti sekitar dua juta liter sel mikroba yang bisa langsung ditebar&#8221;</p>
<p><strong>Tak butuh lahan besar<br />
</strong>Bekerja di laboratorium tidak butuh peralatan canggih. Cukup di atas satu petak pekarangan, Ali Zum mengembangkan tanaman kedelai hasil rekayasa.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Di sini saya taman sekitar 20 jenis kedelai hasil persilangan-persilangan. Jadi di tempat yang sempit ini mungkin sekitar dari lahan 1500 saya tanam kedelai kita paling sekitar 2500 meterlah untuk penyelamatan temuan, atau pembuatan bibit-bibit jalur kedelai baru. Ya di lahan pekarangan ini. Jadi kalau kita berniat meneliti atau mengawinkan kedelai, kenapa harus kita pakai laboratorium yang canggih? Di lahan-lahan yang kosong bisa, ini buktinya&#8221;</p>
<p>Sudah tujuh tahun pupuk buatan Ali dimanfaatkan sejumlah petani. Namun pemerintah hingga kini belum melirik, padahal kehebatan pupuk ini telah teruji.</p>
<p>Tak butuh waktu lama untuk melihat hasil panen kedelai melimpah, ketika Wardi beralih menggunakan pupuk bio P2000Z. Ia telah panen tiga kali dengan hasil memuaskan. Untuk lahan seluas satu hektar, Ketua Kelompok Tani Sadatani, di Serang Banten itu mampu menuai kedelai minimal tiga ton.</p>
<p><strong>Hasilnya dua kali lipat<br />
</strong>Wardi: &#8220;Sebelum ada pupuk bio P, kedelai kurang dari satu ton per hektar. Tapi setelah menggunakan pupuk-pupuk bio P, di sini bisa mencapai tiga sampai tiga setengah ton. Jadi peningkatannya ya dua kali lipatlah, dua kali lipat lebih&#8221;</p>
<p>Padahal, menurut Wardi, lahan di Serang sebenarnya tak cocok ditanami kedelai karena tanah tandus bercampur pasir.</p>
<p>Wardi : &#8220;Di sini pegunungan, sehingga jenis tanah berbatu dan bercampur pasirlah. Di sisi lain itu seperti merah-merah tanahnya, sehingga kalau ditanami kedelai kurang bagus. Tapi alhamdullilah sejak ada bio P tanah berubah menjadi bagus. Jadi ditanami nanti untuk kelanjutannya bisa lebih baik&#8221;</p>
<p><strong>Keberhasilan di Toba<br />
</strong><img class="alignleft size-full wp-image-114" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="4844_1071606310694_1242227892_30171135_8118476_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4844_1071606310694_1242227892_30171135_8118476_n.jpg?w=780" alt="4844_1071606310694_1242227892_30171135_8118476_n"   />Tanah di dataran tinggi gunung Toba Samosir, Sumatera Utara juga tak kalah gersang dan keringnya. Para petani, menurut Dian Ketua kelompok Tani Toba Samosir, sampai putus asa, ketika mencoba bercocok taman. Apalagi untuk kedelai, pada lahan tak berhumus itu mustahil kedelai bisa tumbuh.</p>
<p>Dian: &#8220;Susah payah sekali kalau untuk kedelai, karena dataran tinggi Toba tanahnya sangat asam dan gersang. Jadi memang untuk tanaman itu tidak bisa bertahan kalau tanpa bantuan teknologi yang benar. Sehingga kalau ditanami akan kerdil dan tidak tumbuh dan tidak ada humusnya sama sekali&#8221;</p>
<p>Dengan teknologi pupuk Bio P, lahan yang tadinya mustahil ditanami, bisa menghasikan berton-ton kedelai, berkualitas tinggi lagi!</p>
<p>Dian: &#8220;Jagung saja paling tinggi empat ton per hektar. Nah, kemudian dikenalkan bio P, sehingga untuk pembukaan lahan baru saja, yang tanahnya sangat merah itu, langsung hasilnya berlipat, bisa sembilan ton per hektar untuk jagung. Nah untuk kedelai juga meningkat. Jadi, biasanya misalnya satu ton itu sudah berusaha sekali, sekarang bisa meningkat dua setengah sampai tiga ton per hektar.</p>
<p>Ketika harga kedelai meroket, Imron mengantongi keuntungan berlimpah. Di lahan satu hektar ia mampu membawa pulang keuntungan bersih sekitar Rp. 11 juta. Padahal dulu, ketika masih menggunakan pupuk kimia, Imron kadang tekor alias rugi.</p>
<p>Imron: &#8220;Hasilnya sangat memuaskan. Dari satu setengah ton, meningkat menjadi minimal dua setengah ton, sampai tiga ton. Itu kalau satu setengah ton hasilnya, sebelum menggunakan Bio P, petani mengalami kerugian, karena hasilnya paling banter hanya Rp. 4 juta, tapi ongkos produksinya mencapai dua juta. Setelah kami menggunakan Bio P, apalagi diangkat dengan harga kedelai saat ini sekitar Rp. 6000 sampai Rp. 7000, satu hektarnya bisa mencapai hasil kira-kira Rp. 12-15 juta, sementara ongkos produksi paling-paling cuma Rp. 4 juta&#8221;</p>
<p><strong>Mudah<br />
</strong>Untuk mendapatkan kedelai super, gampang caranya. Kembali Ali Zum Mashar</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Petunjuk pemakaian sederhana. Kalau punya lahan satu hektar, misalnya untuk kedelai, penyemprotannya bisa empat sampai enam kali. Misalkan umur 14, umur 21, umur 30, umur 35 umur 45, atau maksimal sampai umur 50 hari&#8221;</p>
<p>Waktu penyemprotan pun harus dilakukan sesuai aturan.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Pagi-pagi jam enam sampai sembilan. Kalau sore antara jam tiga sampai tujuh. Nah, kalau nyemprot siang-siang bolong kan nanti banyak kena sinar. Begitu cepat kering atau kepanasan, bisa jadi banyak yang mati mikrobanya&#8221;</p>
<p>Tak hanya untuk kedelai, pupuk ini juga cocok untuk semua jenis tanaman dan buah-buahan.</p>
<p>Ali Zum Mashar: &#8220;Ini bukan hanya kedelai, semua jenis tanaman. Ada padi, kita dah terbukti waktu panen menteri. Lalu jagung di Sumut juga petaninya fanatik menggunakan ini&#8221;</p>
<p>Dengan begini, pemerintah, kata Ali Zum, tidak perlu repot mencari lahan berjuta juta hektar untuk menggenjot swasembada kedelai.  Namun yang juga tak kalah penting, menurut staf Ahli Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja ini, jika petani mendapatkan hasil panen melimpah, pemerintah harus tetap melindungi mereka. Saat ini, petani susah tersenyum meraup untung hasil panen. Pasalnya, harga jual hasil panen sering digoyang, sehingga hanya menguntungkan pedagang.</p>
<p><strong>sumber:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://metro.vivanews.com/news/read/101444-mahasiswa_ipb_temukan_pupuk_ala__google_">metro.vivanews.com</a></li>
<li><a href="http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/ekonomi/mikroba_raksasasa080214-redirected">http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/arsipaktua/ekonomi/mikroba_raksasasa080214-redirected</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=108&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/06/ali-zum-mashar-temukan-pupuk-ala-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4844_1071606190691_1242227892_30171132_2624380_n1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4844_1071606190691_1242227892_30171132_2624380_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4844_1071593950385_1242227892_30171093_989322_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4844_1071593950385_1242227892_30171093_989322_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4764_1066866472201_1242227892_30159568_5597849_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4764_1066866472201_1242227892_30159568_5597849_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/4844_1071606310694_1242227892_30171135_8118476_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4844_1071606310694_1242227892_30171135_8118476_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prof Nelson Tansu, Ph.D. (Usia 25 Tahun Mengajar S-3)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/05/prof-nelson-tansu-ph-d-usia-25-tahun-mengajar-s-3/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/05/prof-nelson-tansu-ph-d-usia-25-tahun-mengajar-s-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 14:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3. Dia menjadi profesor di universitas ternama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=94&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-100" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="nelson_tansu2" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/nelson_tansu22.jpg?w=780" alt="nelson_tansu2"   />Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.</p>
<p>Dia menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer.</p>
<p>Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC.<span id="more-94"></span></p>
<p>Selain itu, dia sering datang ke berbagai kota lain di AS dan luar AS seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Yang mengagumkan, sudah ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.</p>
<p>Di bidang itu, ia mengembangkan teknologi yang mencakup semiconductor lasers, quantum well dan quantum dot lasers, quantum intersubband lasers, InGaAsN quantum well dan quantum dots, type-II quantum well lasers, dan GaN/AlGaN/InGaN semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Teknologi tersebut diterapkan dalam aplikasi di bidang optical communication, biochemical sensors, sistem deteksi untuk senjata, dan lainnya.</p>
<p>Meski sudah hampir satu dekade ia berada di AS, hingga sekarang ia masih memegang paspor hijau berlambang garuda. Pria ganteng kelahiran Medan, 20 Oktober 1977, ini mengaku mencintai Indonesia. Ia tidak malu mengakui bahwa Indonesia adalah tanah kelahirannya. &#8220;Saya sangat cinta tanah kelahiran saya. Dan saya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk Indonesia,&#8221; katanya serius. &#8220;Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Tentu saja jika bangsa kita terus bekerja keras,&#8221; kata Nelson lagi.</p>
<p>Nelson Tansu adalah anak kedua di antara tiga bersaudara buah hati pasangan Iskandar Tansu dan Lily Auw yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara. Kedua orang tua Nelson adalah pebisnis percetakan di Medan. Mereka adalah lulusan universitas di Jerman. Abang Nelson, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, AS. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Tampak jelas bahwa Nelson memang berasal dari lingkungan keluarga berpendidikan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-103" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="1" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/1.gif?w=780" alt="1"   />Dalam perjalanan hidup dan karirnya, ia mengakui mendapat dukungan yang besar dari keluarga terutama kedua orang tua dan kakeknya. &#8220;Mereka menanamkan mengenai pentingnya pendidikan sejak saya masih kecil sekali,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketika Nelson masih SD, kedua orang tuanya sering membanding-bandingkan Nelson dengan beberapa sepupunya yang sudah doktor. Perbandingan tersebut sebenarnya kurang pas. Sebab, para sepupu Nelson itu jauh di atas usianya. Ada yang 20 tahun lebih tua. Tapi, Nelson kecil menganggapnya serius dan bertekad keras mengimbangi sekaligus melampauinya.</p>
<p>Waktu akhirnya menjawab imipian Nelson tersebut. &#8220;Jadi, terima kasih buat kedua orang tua saya. Saya memang orang yang suka dengan banyak tantangan. Kita jadi terpacu, gitu,&#8221; ungkapnya. Nelson mengaku, mendiang kakeknya dulu juga ikut memicu semangat serta disiplin belajarnya. &#8220;Almarhum kakek saya itu orang yang sangat baik, namun agak keras. Tetapi, karena kerasnya, saya malah menjadi lebih tekun dan berusaha sesempurna mungkin mencapai standar tertinggi dalam melakukan sesuatu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saat usia SD itu pulalah, Nelson kecil gemar membaca biografi para ilmuwan-fisikawan AS dan Eropa. Selain Albert Einstein yang menjadi pujaannya, nama-nama besar seperti Werner Heisenberg, Richard Feynman, dan Murray Gell-Mann ternyata sudah diakrabinya. &#8220;Mereka hebat. Dari bacaan tersebut, saya benar-benar terkejut, tergugah dengan prestasi para fisikawan luar biasa itu. Ada yang usianya muda sekali ketika meraih PhD, jadi profesor, dan ada pula yang berhasil menemukan teori yang luar biasa. Mereka masih muda ketika itu,&#8221; jelas Nelson penuh kagum.</p>
<p>Berkat kegemarannya membaca itu, sejak kecil Nelson sudah mempunyai cita-cita yang besar. &#8220;Sejak SD kelas 3 atau kelas 4 di Medan, saya selalu ingin menjadi profesor di universitas di Amerika Serikat. Ini benar-benar saya cita-citakan sejak kecil,&#8221; ujarnya dengan wajah serius.</p>
<p>Seiring dengan perjalanan waktu, Nelson meniti tangga pendidikan mengejar cita-cita masa kecilnya. Sebelum bertolak ke Amerika, lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995 ini lolos menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini membuat dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn&#8217;s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.</p>
<p>Masuk kampus September 1995, laki-laki berdarah Tionghoa ini menyandang gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan. Predikatnya pun summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics pada 1998, ia kebanjiran tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi top di Amerika. Meski ada tawaran dari universitas yang peringkatnya lebih tinggi, ia memilih tetap tinggal di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada Mei 2003.</p>
<p>Selama bersekolah di sana, berkat beasiswa yang diperolehnya, orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya berkat kerja keras dan prestasi Nelson sendiri. Biaya kuliah tingkat doktor hingga segala keperluan kuliah dan kehidupannya ditanggung lewat beasiswa universitas. &#8220;Beasiswa yang saya peroleh sudah lebih dari cukup untuk membiayai semua kuliah dan kebutuhan di universitas,&#8221; katanya.</p>
<p>Selama menggarap program doktornya, Nelson terus mengukir prestasi. Berbagai penghargaan dikoleksinya, antara lain WARF Graduate University Fellowships dan Graduate Dissertator Travel Funding Award. Bahkan, penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.</p>
<p>Setelah menyandang gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai penjuru universitas di Amerika. Peluang menggiurkan ini menjauhkan minatnya untuk kembali ke Tanah Air. Akhirnya, awal 2003, di usianya yang ke-25, ia memilih Lehigh University, dan menyandang gelar asisten profesor di bidang electrical and computer engineering. Di AS, itu merupakan gelar untuk guru besar baru di perguruan tinggi. &#8220;Walaupun saya adalah profesor di jurusan electrical and computer engineering, riset saya sebenarnya lebih condong ke arah fisika terapan dan quantum electronics,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lehigh University merupakan sebuah universitas unggulan di bidang teknik dan fisika di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Ia berhasil menyisihkan 300 doktor yang kehebatannya tidak diragukan lagi. &#8220;Seleksinya ketat sekali, sedangkan posisi yang diperebutkan hanya satu,&#8221; ujarnya menggambarkan situasi saat itu.</p>
<p>Lelaki penggemar buah-buahan dan masakan Padang itu mengaku lega dan beruntung karena dirinya yang terpilih. Menurut Nelson, dari segi gaji dan materi, menjadi profesor di kampus top seperti yang dia alami sekarang sudah cukup lumayan. Berapa sih lumayannya? &#8220;Sangat bersainglah. Gaji profesor di universitas private terkemuka di Amerika Serikat adalah sangat kompetitif dibandingkan dengan gaji industri. Jadi, cukup baguslah, he&#8230;he&#8230;he&#8230;,&#8221; katanya, menyelipkan senyum.</p>
<p>Sebagai intelektual muda, dia menjalani kehidupannya dengan tiada hari tanpa membaca, menulis, serta melakukan riset. Tentunya, dia juga menyiapkan materi serta bahan kuliah bagi para mahasiswanya. Kesibukannya itu bertumpu pada tiga hal yakni yakni, learning, teaching, and researching.</p>
<p>Boleh jadi, tak ada waktu sedikit pun yang dilalui Nelson dengan santai. Di sana, 24 jam sehari dilaluinya dengan segala aktivitas ilmiah. Waktu yang tersisa tak lebih dari istirahat tidur 4-5 jam per hari.</p>
<p>Selama mengajar di kampus, karena wajahnya yang masih muda, tak sedikit insan kampus yang menganggapnya sebagai mahasiswa S-1 atau program master. Dia dikira sebagai mahasiswa umumnya. Namun, bagi yang mengenalnya, terutama kalangan universitas atau jurusannya mengajar, begitu bertemu dirinya, mereka selalu menyapanya hormat: Prof Tansu.</p>
<p>&#8220;Di semester Fall 2003, saya mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang physics and applications of photonics crystals. Di semester Spring 2004, sekarang, saya mengajar kelas untuk mahasiswa senior dan master tentang semiconductor device physics. Begitulah,&#8221; ungkap Nelson menjawab soal kegiatan mengajarnya.</p>
<p>Selama September hingga Desember atau semester Fall 2004, dia mengajar kelas untuk tingkat PhD tentang applied quantum mechanics for semiconductor nanotechnology. &#8220;Selain mengajar kelas-kelas di universitas, saya membimbing beberapa mahasiswa PhD dan post-doctoral research fellow di Lehigh University ini,&#8221; jelasnya saat ditanya mengenai kesibukan lainnya di kampus.</p>
<p><strong>Tansu yang Lain</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-104" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="Nelson_Tansu" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/nelson_tansu.jpg?w=780" alt="Nelson_Tansu"   />Meski namanya sudah banyak dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar muda ini berasal dari Indonesia. Di sejumlah kesempatan, banyak yang menganggap Nelson adalah orang Turki yang ada hubungan famili dengan mantan PM Turki Tansu Ciller.</p>
<p>Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia &#8220;kembali&#8221; mengajar di Jepang.</p>
<p>Seakan-akan Nelson memang orang sana dan pernah mengajar di Negeri Sakura itu. Dilihat dari nama, wajar jika kekeliruan itu terjadi. Begitu juga wajah Nelson yang seperti orang Jepang. Lebih-lebih di Amerika banyak profesor yang keturunan atau berasal dari Asia Timur dan sangat jarang yang berasal dari Indonesia.</p>
<p>Nelson pun hanya senyum-senyum atas segala kekeliruan terhadap dirinya. &#8220;Biasanya saya langsung mengoreksi. Saya jelaskan ke mereka bahwa saya asli Indonesia. Mereka memang agak terkejut sih karena memang mungkin jarang ada profesor asal aslinya dari Indonesia,&#8221; jelas Nelson.</p>
<p>Tansu sendiri sesungguhnya bukan marga kalangan Tionghoa. Memang, nenek moyang Nelson dulu Hokkien, dan marganya adalah Tan. Tapi, ketika lahir, Nelson sudah diberi nama belakang &#8220;Tansu&#8221;, sebagaimana ayahnya, Iskandar Tansu. &#8220;Saya suka dengan nama Tansu, kok,&#8221; kata Nelson dengan nada bangga.</p>
<p><strong>Rebutan Berbagai Universitas</strong></p>
<p>Berkat prestasi Nelson Tansu yang luar biasa, ia sempat menjadi incaran dan malah &#8220;rebutan&#8221; kalangan universitas AS dan mancanegara. Ada yang menawari jabatan associate professor yang lebih tinggi daripada yang dia sandang sekarang (assistant professor). Ada pula yang menawari gaji dan fasilitas yang lebih heboh daripada Lehigh University.</p>
<p>Tawaran-tawaran menggiurkan itu datang dari AS, Kanada, Jerman, dan Taiwan serta berasal dari kampus-kampus top.</p>
<p>Semua datang sebelum maupun sesudah Nelson resmi mengajar di Lehigh University. Tapi, segalanya lewat begitu saja. Nelson memilih konsisten, loyal, dan komit dengan universitas di Pennsylvania itu. Tapi, tentu ada pertimbangan khusus yang lain.</p>
<p>&#8220;Saya memilih ini karena Lehigh memberikan dana research yang sangat signifikan untuk bidang saya, semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Lehigh juga memiliki leaderships yang sangat kuat dan ambisinya tinggi menaikkan reputasinya dengan memiliki para profesor paling berpotensi dan ternama untuk melakukan riset berkelas dunia,&#8221; papar pengagum John Bardeen, fisikawan pemenang Nobel itu.</p>
<p>Nelson mengaku memilih universitas luar negeri sebagai wadah kiprah ilmiahnya karena semata-mata iklim keilmuan di sana sangat kondusif. Di sana ia bisa memanfaatkan fasilitas laboratorium yang lengkap, mengakses informasi dari perangkat berteknologi canggih, dan melahap buku-buku terbaru di perpustakaan.</p>
<p>Peran dan keberadaan para ilmuwan sangat dihargai dan dihormati di sana. Selain itu, fasilitas riset yang sangat ia butuhkan juga menunjang komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi negara dan dunia.</p>
<p>Walaupun dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang lengkap, hidup di perantauan membuatnya harus memendam rindu pada keluarga, teman, dan makanan khas Indonesia. Namun, kerinduan itu terobati dengan peluang berkarya yang lebih besar dan gaji yang cukup di universitas swasta ternama seperti tempatnya bekerja.</p>
<p>Ia memang tak mau menyebut angkanya. Tapi, sebagai gambaran, kata Nelson, rata-rata US$ 10.000 per bulan plus fasilitas kesehatan. &#8220;Jumlah ini cukup kompetitif dengan gaji yang ditawarkan dunia industri,&#8221; kata ilmuwan muda yang rajin memberi ceramah di berbagai universitas di Amerika dan Eropa ini.</p>
<p>Meski memilih menetap di Amerika, ahli semikonduktor untuk serat optik ini mengaku akan mempertimbangkan dengan serius kalau pemerintah sungguh-sungguh membutuhkannya.</p>
<p>Ditanya soal pacar, Nelson tersipu-sipu dan mengaku belum punya. Padahal, secara fisik, dengan tinggi 173 cm, berat 67 kg, dan wajah yang cakep khas Asia, Nelson mestinya mudah menggaet (atau malah digaet) cewek Amerika.</p>
<p>&#8220;Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;. Pertama, saya ini nggak ganteng ya. Tapi, begini, mungkin karena memang belum ketemu yang cocok dan jodoh saja. Saya sih, kalau bisa, ya dengan orang Indonesia-lah. Saya sih nggak melihat orang berdasarkan kriteria macem-macem. Yang penting orangnya baik, pintar, bermoral, pengertian, dan mendukung,&#8221; paparnya panjang lebar sambil tersipu malu.</p>
<p><strong>sumber</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/n/nelson-tansu/index.shtml">www.tokohindonesia.com</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=94&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/05/prof-nelson-tansu-ph-d-usia-25-tahun-mengajar-s-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/nelson_tansu22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nelson_tansu2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/nelson_tansu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nelson_Tansu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Esemka Bukti RI Bisa Bangun Mobnas Sendiri</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/04/esemka-bukti-ri-bisa-bangun-mobnas-sendiri/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/04/esemka-bukti-ri-bisa-bangun-mobnas-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[otomotif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Mobil nasional hasil karya siswa SMK yakni Esemka seharusnya dapat menjadi bukti bahwa Indonesia sesungguhnya mampu membuat sebuah mobil nasional sendiri. Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOtO, Jumat (22/5/2009). &#8220;Indonesia itu sebenarnya mampu membuat mobil nasional sendiri kalau mau,&#8221; ujar Joko. Esemka yang dibangun oleh siswa-siswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=77&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-83" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="esemka" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/esemka.jpg?w=780" alt="esemka"   />Mobil nasional hasil karya siswa SMK yakni Esemka seharusnya dapat menjadi bukti bahwa Indonesia sesungguhnya mampu membuat sebuah mobil nasional sendiri.</p>
<p>Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOtO, Jumat (22/5/2009).</p>
<p>&#8220;Indonesia itu sebenarnya mampu membuat mobil nasional sendiri kalau mau,&#8221; ujar Joko.</p>
<p><span id="more-77"></span>Esemka yang dibangun oleh siswa-siswa dari 5 SMK yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini pun dapat menjadi bukti.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-78" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="Mobil-esemka-dalam" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/mobil-esemka-dalam.jpg?w=780" alt="Mobil-esemka-dalam"   />Apalagi siswa SMK ini menunjukkan keahlian mereka dengan mengerjakan sebuah mobil mulai dari desain sampai prototipe hanya dalam waktu singkat yakni hanya 3 bulan saja.</p>
<p>&#8220;Jadi kita tidak perlu ragu kalau kita bisa,&#8221; ujarnya yakin.</p>
<p>Esemka saat ini memiliki 5 model prototipe hasil karya anak bangsa, model-model itu meliputi SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin serta van.</p>
<p>Siswa-siswa SMK ini mengerjakan kelima mobil tersebut mulai dari development desain hingga pembuatan bodi dan berbagai komponennya.</p>
<p>Hasil pengerjaan siswa SMK ini pun terbilang sangat halus bahkan dapat disandingkan dengan hasil rakitan pabrik.</p>
<p>Padahal mereka mengerjakan semuanya hanya secara hand made dengan alat seadanya.</p>
<p>&#8220;Jadi Esemka ini bukti kalau kita sebenarnya mampu mandiri dengan membuat mobil sendiri mulai dari desain hingga pengerjaan,&#8221; tukasnya.</p>
<p><strong>Esemka dekati INKA</strong></p>
<p>Mobil nasional Esemka yang merupakan hasil karya siswa SMK tampaknya tidak akan dibiarkan hanya berbentuk prototipe saja.Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai penggagas perakitan mobil nasional oleh siswa SMK ini sedang berupaya untuk memproduksi massal mobil Esemka. Hide<br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-82" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="esemka01" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/esemka01.jpg?w=250&#038;h=168" alt="esemka01" width="250" height="168" />Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOto, Rabu (20/5/2009). ”Kami sedang mengupayakan agar Esemka dapat diproduksi massal,” ungkapnya. Untuk itu, maka saat ini Depdiknas sedang mendekati beberapa perusahaan yang dapat di jadikan patner untuk dapat memproduksi mobil ini.”Karena Depdiknas kan memang tidak memiliki izin untuk memproduksi sendiri,” jelasnya.</p>
<p>Hal itu menurut Joko sangatlah memungkinkan karena desain yang digunakan oleh Esemka merupakan disain asli buatan anak bangsa.”Jadi tinggal dimassalkan saja,” tukasnya.</p>
<p>Dekati Inka</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-84" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="cov_mobil_esemka_OK" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/cov_mobil_esemka_ok.jpg?w=251&#038;h=186" alt="cov_mobil_esemka_OK" width="251" height="186" />Salah satu perusahaan yang sedang di dekati oleh Depdiknas adalah PT Industri Kereta Api (Inka) yang memang telah memiliki izin produksi kendaraan. Terlebih Inka pun saat ini memiliki semangat tinggi untuk membuat mobil nasional. Hal itu terbukti karena saat ini Inka sedang mengembangkan sebuah mobil nasional sendiri yakni GEA.</p>
<p>“Pembicaraan dengan Inka saat ini sedang dilakukan,” ujar Joko. Dan bila sudah menemui kesepakatan, pemerintah akan sekuat tenaga membantu terwujudnya mobil nasional ini.”Karena ini adalah mobil hasil karya anak muda masa depan bangsa yang juga merupakan refleksi dari grass root kita,” papar Joko bersemangat</p>
<p>sumber</p>
<ul>
<li><a href="http://oto.detik.com/read/2009/05/22/133854/1135568/648/esemka-bukti-ri-bisa-bangun-mobnas-sendiri">detik.com</a></li>
<li><a href="http://www.inka.web.id/?p=519">inka</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=77&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/04/esemka-bukti-ri-bisa-bangun-mobnas-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/esemka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">esemka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/mobil-esemka-dalam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mobil-esemka-dalam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/esemka01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">esemka01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/cov_mobil_esemka_ok.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cov_mobil_esemka_OK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Singgih Susilo Kartono (Radio Kayu dan Kehidupan)</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/04/singgih-susilo-kartono-radio-kayu-dan-kehidupan/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/04/singgih-susilo-kartono-radio-kayu-dan-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Singgih S Kartono, pembuat radio kayu dan kerajinan tangan, menganggap produknya sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan. Dengan konsep itulah, pembuat radio kayu di Kandangan, desa kecil di Temanggung, Jawa Tengah, ini mendapat pesanan 10.000 unit radio kayu senilai Rp 4,9 miliar dari rekanannya di Amerika Serikat. Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=29&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-32 alignleft" style="border:0 none;margin-left:10px;margin-right:10px;" title="n739254294_1432225_1823565" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/n739254294_1432225_1823565.jpg?w=780" alt="n739254294_1432225_1823565"   />Singgih S Kartono, pembuat radio kayu dan kerajinan tangan, menganggap produknya sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan. Dengan konsep itulah, pembuat radio kayu di Kandangan, desa kecil di Temanggung, Jawa Tengah, ini mendapat pesanan 10.000 unit radio kayu senilai Rp 4,9 miliar dari rekanannya di Amerika Serikat.</p>
<p>Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas negara dan daya tarik kota besar makin tak relevan sebagai determinan berkembangnya industri kerajinan. Internet memungkinkan Singgih memasuki pasar dunia.</p>
<p><span id="more-29"></span>”Sayang, kapasitas produksi saya belum sebesar itu. Apalagi saya juga melayani permintaan dari Jepang yang sudah rutin sejak tiga tahun lalu. Saya minta waktu setahun untuk memenuhi pesanan itu (dari AS). Bagaimanapun saya senang, konsep saya diterima dan mendapat kepercayaan,” ujarnya, saat ditemui di ”pabrik”-nya, Piranti Works, di Desa Kandangan, Temanggung.</p>
<p>Ia menunjukkan tiga model radio dari kayu serta peralatan kantor dari kayu, seperti pembuka surat, penjepit kertas, stapler, dan kompas berlapis kayu.</p>
<p>”Radio kayu memang karya akhir saya ketika kuliah di seni rupa ITB. Saya hanya membuat rangka dan kemasan. Peralatan elektronik di dalamnya saya pakai dari Panasonic, yang memenuhi syarat ketat ramah lingkungan untuk pasar ekspor,” ujarnya.</p>
<p>Radio kayu yang diberi merek Magno itu, Rabu (8/10), diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering &amp; Experimental Design. Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong.</p>
<p>Awalnya Singgih membeli radio Panasonic di toko, lalu dipreteli dan dimasukkan dalam radio kayu. ”Saya sering memborong radio di Temanggung, sampai bertemu Pak Rachmat Gobel (Preskom Panasonic Indonesia) pada pameran produksi ekspor. Sejak itu saya membeli langsung peralatan elektronik dari Panasonic, tidak lagi membeli radio di toko,” katanya.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-33" title="6320_104694969294_739254294_1968646_5264044_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/6320_104694969294_739254294_1968646_5264044_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="6320_104694969294_739254294_1968646_5264044_n" width="300" height="225" /></p>
<p>Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang, Jerman, dan AS. ”Saya kirim 300-400 unit radio ke Jepang setahun. Pasar di Jerman baru kami tembus. Harga per unit 49-56 dollar AS, tapi di Jepang dijual 17.500 yen dan di Jerman 160-240 euro. Di dalam negeri saya jual Rp 1,1 juta-Rp 1,3 juta per unit. Agak mahal, karena ini benda koleksi yang personal, bukan komoditas,” katanya.</p>
<p>Radio buatan Singgih itu bisa dilihat di berbagai media gadget atau website. Setelah pameran demi pameran dan berbagai lomba desain diikuti, pemasaran lewat internet ia lakukan dan contoh produk dikirim ke berbagai pihak selama setahun.</p>
<p>”Saya menang lomba desain di Seattle, AS, tahun 1997, lalu seorang desainer Jepang tertarik dan memasarkan produk ini sejak 2004. Sejak itulah produk Magno makin populer.”</p>
<p><strong>Tanam pohon</strong></p>
<p>Lalu apa urusan radio kayu dengan filosofi kehidupan berkelanjutan? ”Saya lahir dan dibesarkan di desa. Hutan dan kayu adalah lingkungan saya. Di desa, kayu dipakai untuk bahan bakar, bikin rumah, mainan, dan banyak hal dalam hidup. Setelah lulus kuliah, saya kembali ke desa, menghidupi desa dengan kayu dan menghidupkan kayu dari desa,” ujarnya.</p>
<p>Kerajinan kayu memberi nilai tambah signifikan bagi kayu. ”Sebatang kayu sengon sebagai kayu bakar hanya ekuivalen dengan 0,8 dollar AS. Tapi, sebagai produk kerajinan tangan, kayu yang sama bisa menghasilkan 1.000 dollar AS. Kita harus lebih cerdas memanfaatkan kayu,” ujarnya.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-39" title="14831_162399324294_739254294_2573988_4486862_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/14831_162399324294_739254294_2573988_4486862_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="14831_162399324294_739254294_2573988_4486862_n" width="300" height="225" /></p>
<p>Ia mengalokasikan 10 persen dari hasil penjualan produk untuk dikembalikan kepada alam, lewat pembibitan dan penanaman pohon. Itulah mengapa dari 2.200 meter persegi tanah di pabriknya yang justru menghabiskan lahan adalah pembibitan ribuan sengon, mahoni, sonokeling, dan pinus.</p>
<p>”Bersama aktivis lingkungan, Mukidi, saya merintis penanaman pohon di kaki Gunung Sumbing yang gundul. Kami menanam 1.500-an pohon. Ada juga bantuan dari Panasonic,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga bekerja sama dengan SMP Negeri 3 Bulu, Desa Wonotirto, di kaki Gunung Sumbing, menyebar kesadaran pelestarian alam dengan menanam pohon. ”Kami melibatkan murid menanam pohon di sekitar sekolah, di kaki gunung, di rumah-rumah. Anak-anak sadar akan pentingnya menyelamatkan hutan. Penggundulan hutan menyebabkan kelangkaan sumber air di kawasan ini,” ujar Wiyono, Kepala Sekolah SMP 3 Bulu.</p>
<p>Penggundulan hutan di Gunung Sumbing kian parah karena penanaman tembakau. ”Para petani percaya, tembakau akan berkualitas baik jika mendapat sinar matahari langsung. Jadi, semua pohon di kaki gunung ini ditebangi. Hutan menjadi gundul, rawan longsor, dan banyak mata air mengering.”</p>
<p>”Warga Desa Wonotirto harus mengambil air bersih dari sumber air yang jaraknya 6 kilometer. Itu sebabnya, kami membuat saluran air dari mata air dan membuat bak penampungan dekat sekolah. Tanpa bak itu, di sekolah ini tak ada setetes pun air bersih,” ujar Singgih.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-40" title="14831_162399389294_739254294_2573999_5304172_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/14831_162399389294_739254294_2573999_5304172_n.jpg?w=300&#038;h=168" alt="14831_162399389294_739254294_2573999_5304172_n" width="300" height="168" /></p>
<p>Kerusakan lingkungan di Temanggung bisa diatasi jika ketergantungan warga pada penghidupan yang mengeksploitasi tanah dikurangi. ”Itu juga alasan saya mengembangkan kerajinan yang tak cuma efisien dalam penggunaan kayu sebagai bahan baku, tapi juga memanfaatkan sebanyak mungkin tenaga kerja,” ujarnya.</p>
<p>Dengan konsep itu, setiap orang tanpa keterampilan apa pun bisa ditampung sebagai tenaga kerja. ”Sejak hari pertama masuk kerja, ia harus bisa mengerjakan satu bagian proses produksi. Dalam seminggu ia sudah terampil dan dalam 3-4 bulan ia terampil mengerjakan semua proses produksi. Dalam setahun, kalau mau dan punya modal, ia bisa bikin pabrik sendiri. Kalau bisa mendapat order 2.500 dollar AS sampai 3.000 dollar AS sebulan, ia bisa mempekerjakan 10 tenaga kerja,” katanya.</p>
<p>Singgih dibantu 30 karyawan dengan kapasitas produksi 400-an unit radio per bulan. ”Saya ingin bisa menampung 1.000 warga Kandangan atau 25 persen populasi desa. Dalam 15-20 tahun ke depan, kami punya hutan yang rimbun lagi, sumber air melimpah, dan lingkungan hidup yang baik,” ujarnya optimistis.</p>
<p>Singgih mengawali usahanya pada tahun 2003. Ia bekerja di ruang tamu rumahnya dengan peralatan rakitan sendiri. Ia berkeliling pabrik kayu, membeli sisa kayu potongan untuk bahan baku. Dibantu istri dan empat pekerja, ia mulai membuat radio kayu. Kini, ia punya pabrik berukuran 15 meter x 18 meter yang dibangun dengan biaya Rp 100 juta.</p>
<p>Konsep hidup dan kerja inilah yang dijual. Orang tak hanya membeli radio kayu, tetapi mendukung konsep kehidupan berkelanjutan di Temanggung.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-34" title="2008-01-30_092806-TreeHugger-magno" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2008-01-30_092806-treehugger-magno.jpg?w=300&#038;h=283" alt="2008-01-30_092806-TreeHugger-magno" width="300" height="283" /></p>
<p><strong>RADIO KAYU BUATAN INDONESIA RAIH PENGHARGAAN DESAIN DUNIA DI LONDON</strong></p>
<p>London-Inggris. Indonesia sekarang patut untuk sedikit berbangga diri dimata dunia. Kenapa? Karena Radio kayu buatan perajin di kampung Kandangan, Temanggung berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London.</p>
<p>Radio kayu Magno yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono berhasil meraih penghargaan sangat prestisius Brit Insurance Design of the Year 2009. Penghargaan diserahkan dalam acara makan malam yang dispronsori stasiun televisi swasta Channel 4.</p>
<p>Selain penghargaan untuk desain produk, The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk katagori Architecture, Fashion, Furniture, Graphics, Interactive, dan Transport.</p>
<p>The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan katagori .</p>
<p>Singgih mengatakan di London Inggris pada hari Rabu, ia sendiri merasa mendapat suatu kejutan. “Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi,” katanya lalu mengatakan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia.</p>
<p>Hal ini menurut Singgih sangat sejalan dengan prinsip-prinsip sustainable design.”</p>
<p>Radio kayu yang diberi merek Magno itu, sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering &amp; Experimental Design.</p>
<p>Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Design for Asia Award yang digelar di Hongkong.</p>
<p>Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun.</p>
<p>Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret, yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang.</p>
<p>Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009, di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-36" title="3273_78270634294_739254294_1593335_6972773_n" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/3273_78270634294_739254294_1593335_6972773_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="3273_78270634294_739254294_1593335_6972773_n" width="300" height="225" /></p>
<p>Katagori fashion dimenangi majalah Vogue Italia yang dalam terbitan Juli 2008 menulis laporan mengenai A Black Issue for Fashion.</p>
<p>Majalah Vogue Italia mendedikasikan terbitannya bulan Juli khusus mengenai kisah sukses model yang berkulit warna hitam.</p>
<p>The Design Museum, yang dibentuk 25 tahun lalu memberikan penghargaan untuk katagori funiture diraih disain bangku MYTO, sedangkan katagori desain grafis diraih oleh poster yang mengambarkan Barack Obama.</p>
<p>Sedangkan katagori Transport dimenangi Colombia`s Line-J Medellin Metro Cable.</p>
<p>Pemenang untuk desain produk kontemporer tersebut berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Colombia, USA, Norway dan Italia.</p>
<p>Ketujuh pemenang diundang ke London untuk mendapatkan penghargaan yang sangat prestisius, Brit Insurance Design of the Year 2009, dalam acara makan malam.</p>
<p>Dewan juri terdiri atas pakar desain terkemuka, di antaranya Alan Yentob, dan mereka mengaku sulit menentukan pemenang. Juri lainnya adalah desainer senior yang juga kurator arsitektur Paola Antonelli, desainer lingkungan dan pendidik Karen Blincoe, serta arsitek Peter Cook, penulis kritisi fasion Sarah Mower.</p>
<p>Produk pemenang desain dipamerkan di Design Museum, Shad Thames , London.</p>
<p>Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang mengunakan produk lokal dengan pengrajin dari daerah sekitar. “Enterprenur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di desa Kandangan,” kata dewan juri. Ternyata orang Indonesia sangat kreatif sekali ya?</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-35" title="5-13-08magno1" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/5-13-08magno1.jpg?w=300&#038;h=212" alt="5-13-08magno1" width="300" height="212" /></p>
<p><span style="background-color:#ffffff;">sumber:</span></p>
<ul>
<li><span style="background-color:#ffffff;"><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/14/01031393/singgih.radio.kayu.dan.kehidupan">kompas</a></span></li>
<li><span style="background-color:#ffffff;">kontekaja.com</span></li>
<li><span style="background-color:#ffffff;"><a href="http://warnadunia.com/radio-kayu-made-in-indonesia-raih-penghargaan-desain-dunia/">warnadunia</a></span></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=29&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/04/singgih-susilo-kartono-radio-kayu-dan-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/n739254294_1432225_1823565.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n739254294_1432225_1823565</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/6320_104694969294_739254294_1968646_5264044_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6320_104694969294_739254294_1968646_5264044_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/14831_162399324294_739254294_2573988_4486862_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">14831_162399324294_739254294_2573988_4486862_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/14831_162399389294_739254294_2573999_5304172_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">14831_162399389294_739254294_2573999_5304172_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/2008-01-30_092806-treehugger-magno.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2008-01-30_092806-TreeHugger-magno</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/3273_78270634294_739254294_1593335_6972773_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3273_78270634294_739254294_1593335_6972773_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/5-13-08magno1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5-13-08magno1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Irene Kharisma Sukandar GMW Pertama Indonesia</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/irene-kharisma-sukandar-gmw-pertama-indonesia/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/irene-kharisma-sukandar-gmw-pertama-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 17:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pecatur nomor satu Irene Kharisma Sukandar dipastikan menyandang gelar GMW (Grandmaster Wanita) pertama Indonesia.Prestasi itu menyusul pemberian sertifikat norma GMW ketiga untuk Irene yang diserahkan oleh presiden Konfederasi Catur ASEAN Ignatius Leong di Singapura Terbuka yang berlangsung pada 9 &#8211; 14 Desember 2008.Irene memastikan meraih norma GMW ketiganya setelah dia menyelesaikan Olimpiade Catur di Dresden, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=20&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-64" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="catur220507-1" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/catur220507-1.jpg?w=780" alt="catur220507-1"   />Pecatur nomor satu Irene Kharisma Sukandar dipastikan menyandang gelar GMW (Grandmaster Wanita) pertama Indonesia.Prestasi itu menyusul pemberian sertifikat norma GMW ketiga untuk Irene yang diserahkan oleh presiden Konfederasi Catur ASEAN Ignatius Leong di Singapura Terbuka yang berlangsung pada 9 &#8211; 14 Desember 2008.Irene memastikan meraih norma GMW ketiganya setelah dia menyelesaikan Olimpiade Catur di Dresden, Jerman baru-baru ini, demikian menurut Humas PB Percasi Kristianus Liem, Rabu.</p>
<p><span id="more-20"></span>Sabtu 13 Desember 2008, Singapura Terbuka sudah memasuki babak kedelapan. Irene yang gelisah karena tawaran remisnya ditolak oleh Yang Kaiqi (rating 2429) dari Cina, tengah berjalan menuju kamar kecil dan secara kebetulan berpapasan dengan Presiden Assosiasi Catur ASEAN Ignatius Leong yang langsung menahannya dan memberikan sertifikat yang diidam-idamkannya itu.</p>
<p>&#8220;Ah, yang benar, seriuskah ini,? kata Irene kepada Ignatius Leong. &#8220;Sebab sudah dihitung tempo hari rata-rata ratingnya kurang sedikit dari persyaratan?&#8221; jelas Irene polos.</p>
<p>&#8220;Kamu lihat saja sertifikat tersebut, siapa saja yang menandatanganinya? Perhatikan pula keaslian stempelnya. Kok bukannya senang malah meragukan?&#8221; ujar Leong.</p>
<p><img class="size-full wp-image-21 alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="sukandar01" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/sukandar01.jpg?w=780" alt="sukandar01"   />Sementara kapten tim putri Indonesia untuk Olimpiade Dresden 2008 MF Sebastian Simanjuntak ketika dihubungi menyebutkan rating rata-rata lawan Irene masih kurang tujuh poin dari persyaratan minimal.</p>
<p>&#8220;Tapi ketika saya tanyakan ke Leong, beliau bilang biarlah itu tanggung jawab para wasit yang menghitung. Yang penting tanda tangan dan stempelnya asli,&#8221; kata Sebastian yang juga main pada Singapura Terbuka dan Kuala Lumpur Terbuka.</p>
<p>&#8220;Sebagai wasit ketua Olimpiade Catur Dresden, tugas saya menandatangani seluruh sertifikat norma gelar yang disodorkan seluruh tim wasit yang bertugas di sana. Saya tidak merasa perlu mengecek ulang perhitungan maupun aturan mana yang mereka pergunakan. Saya percaya mereka semua memang sudah memiliki kualifikasi untuk itu,? jelas Ignatius Leong yang juga Sekjen FIDE itu ketika dihubungi.(*)</p>
<p>Lahir di Jakarta 7 April 1992 merupakan seorang pecatur  Indonesia yang telah menyandang gelar Master Internasional Wanita (MIW) dengan nilai elo rating 2217.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-63" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="6c8059cebe8cc10bafc2a67887adf7c3" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/6c8059cebe8cc10bafc2a67887adf7c3.jpg?w=780" alt="6c8059cebe8cc10bafc2a67887adf7c3"   />Kini dia telah mematok target menjadi grand master wanita (GMW) pertama di Indonesia. Untuk meraih GMW, dia harus mengumpulkan 2.350 poin. Poin tambahan dia harap bisa terkumpul dari Kejuaraan Catur Internasional di Filipina. dan Kejuaraan Catur Internasional diDoha, April 2007.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Prestasi :</strong></p>
<ol>
<li>Juara 3 Kelompok Umur (KU) 10 Kejuaraan Catur ASEAN 2002 di Singapura</li>
<li>Juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia 2003</li>
<li>Dua medali perak pada SEA Gemes Vietnam 2003</li>
<li>Peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani 2003</li>
<li>Medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol 2003</li>
<li>Peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior di bawah 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani 2004</li>
<li>Medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura  2004</li>
<li>Imbang 3-3 dalam dwitarung melawan GMW Corke 2005. Corke adalah juara 1 Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura</li>
<li>Merebut medali emas kelompok senior putri pada Kejuaraan Nasional Catur ke-39, 2007 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya</li>
<li>Juara 1 pada turnamen catur internasional Piala Rektor Ukraina 2008 di Ukraina</li>
<li>Meraih Norma GMW pertamanya, JAPFA Women Grand Tournament, April 2008, Jakarta, Indonesia</li>
</ol>
<p>sumber:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1229522030&amp;c=ORK&amp;s=">http://www.antara.co.id/view/?i=1229522030&amp;c=ORK&amp;s=</a></li>
<li><a href="http://www.antara.net.id/index.php/2008/04/26/irene-kharisma-sukandar/id/">http://www.antara.net.id/index.php/2008/04/26/irene-kharisma-sukandar/id/</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=20&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/irene-kharisma-sukandar-gmw-pertama-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/catur220507-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">catur220507-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/sukandar01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sukandar01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/6c8059cebe8cc10bafc2a67887adf7c3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6c8059cebe8cc10bafc2a67887adf7c3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdayakan Ilmuwan Indonesia di Luar Negeri</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/berdayakan-ilmuwan-indonesia-di-luar-negeri/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/berdayakan-ilmuwan-indonesia-di-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 16:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ilmuwan Indonesia yang berada di luar negeri merupakan aset bangsa sehingga harus diberdayakan untuk kepentingan bangsa, demikian siaran pers Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4). &#8220;Saat ini banyak ilmuwan Indonesia yang telah berkarir sebagai peneliti maupun dosen di berbagai universitas luar negeri yang karya-karyanya telah diakui oleh dunia internasional,&#8221; kata Wakil Ketua Umum I4 Arif Satria [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=16&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-57 alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="riset" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/riset1.jpg?w=780" alt="riset"   />Ilmuwan Indonesia yang berada di luar negeri merupakan aset bangsa sehingga harus diberdayakan untuk kepentingan bangsa, demikian siaran pers Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4).</p>
<p>&#8220;Saat ini banyak ilmuwan Indonesia yang telah berkarir sebagai peneliti maupun dosen di berbagai universitas luar negeri yang karya-karyanya telah diakui oleh dunia internasional,&#8221; kata Wakil Ketua Umum I4 Arif Satria dalam siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Senin.</p>
<p><span id="more-16"></span>Arif kemudian menyebutkan beberapa contoh, seperti Johny Setiawan, peneliti di Max Planck Institute, Heidelberg, Jerman, yang merupakan penemu planet ekstrasurya yang diberi nama HD 11977b.</p>
<p>&#8220;Selain itu, masih ada Khoirul Anwar, peneliti di Jepang, yang berhasil merombak pakem efisiensi alat komunikasi seperti telefon seluler, sehingga kecepatan data yang dikirim meningkat,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>I4 merupakan sebuah organisasi yang didirikan pada 5 Juli 2009 di Den Haag, Belanda. Organisasi itu beranggotakan para profesor, peneliti, maupun mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikannya di luar negeri.</p>
<p>&#8220;Dalam jangka pendek, I4 akan mengembangkan database kepakaran ilmuwan Indonesia di luar negeri sebagai instrumen penting dalam memfasilitasi kerja sama internasional antara ilmuwan Indonesia di dalam dan di luar negeri,&#8221; kata Arif.</p>
<p>Menurut Arif, I4 juga akan dijadikan wadah komunikasi dan informasi hasil-hasil riset terkini di dunia yang dapat dijadikan referensi bagi peningkatan kompetensi riset nasional.</p>
<p>Organisasi ini memiliki misi untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antarilmuwan di luar negeri dengan ilmuwan di dalam negeri, serta dengan pihak pemerintah, swasta, maupun masyarakat.</p>
<p>Selain itu, I4 juga berupaya meningkatkan kompetensi ilmuwan Indonesia di luar negeri untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.</p>
<p>Misi I4 selanjutnya adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui proses alih iptek yang disesuaikan dengan identitas dan kultur bangsa.</p>
<p>&#8220;Dengan melihat banyaknya ilmuwan sukses di luar negeri serta potensi mahasiswa di luar negeri yang sudah mencapai 50 ribu, penting untuk di organisasi dan diberdayakan untuk kepentingan bangsa,&#8221; kata Arif dalam siaran itu. (*)</p>
<p><strong>Ilmuwan WNI, Tinggal di Luar Negeri Hati di Indonesia<br />
</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-45" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="JpLf2MApKT" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/jplf2mapkt.jpg?w=780" alt="JpLf2MApKT"   />Banyak kalangan menilai kalau ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang menetap dan berkarya di luar negeri, sering dicap tidak nasionalis. Namun, pandangan berbeda justru dilontarkan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman.</p>
<p>Menurut Kusmayanto, perlu dihapuskannya pandangan sempit mengenai anak bangsa yang banyak menetap di luar negeri. Pasalnya, banyak sumbangsih yang bisa diberikan kepada negara, meskipun tidak berada di negaranya sendiri.</p>
<p>&#8220;Pemuda kita harus mempunyai filosofi merantau. Dimana saat muda, mempunyai keyakinan kuat untuk berkeliling, paling tidak, seperempat dunia sudah bisa dijelajah,&#8221; tegas Kusmayanto, saat konferensi pers Simposium Internasional, di Gedung BBPT, Jakarta, Selasa (30/6/2009).</p>
<p>Menteri yang akrab dipanggil KK ini mencontohkan, negara-negara seperti China, India, dan Amerika Serikat, bisa menjadi negara maju, karena banyak warganya yang menetap dan berkarya di luar negeri. Kemudian memberikan ide-ide pemikirannya, bagi kemajuan bangsa dan negaranya.</p>
<p>&#8220;Dulu saat sebelum kemerdekaan, Boedi Oetomo juga menelurkan gagasannya saat berada di luar negeri. Hasilnya, bisa kita rasakan sekarang,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Saat ini yang terpenting adalah bagaimana negara bisa menfasilitasi antara kader teknologi tersebut bisa turut serta secara signifikan membangun Indonesia. Ia menambahkan, tidak masalah putra bangsa menetap dan menyumbangkan idenya dari luar negeri, asalkan hatinya ada di Indonesia. (srn)<br />
<strong>sumber :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.antaranews.com/berita/1256545706/i4-berdayakan-ilmuwan-indonesia-di-luar-negeri">antaranews</a></li>
<li><a href="http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/06/30/56/234245/ilmuwan-wni-tinggal-di-luar-negeri-hati-di-indonesia">okezone</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=16&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/berdayakan-ilmuwan-indonesia-di-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/riset1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">riset</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/jplf2mapkt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JpLf2MApKT</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andi Mallarangeng</title>
		<link>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/andi-mallarangeng/</link>
		<comments>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/andi-mallarangeng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 15:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gerakpemuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[pak menteri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerakpemuda.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Andi Alifian Mallarangeng pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963, menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014). Sebelumnya, doktor ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (1997), ini menjabat Juru Bicara Kepresidenan. Andi juga aktif sebagai Ketua DPP Partai Demokrat, dimana Susilo Bambang Yudhoyono menjabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=3&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-67" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="IMG_8221 copy" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/img_8221-copy1.jpg?w=200&#038;h=244" alt="IMG_8221 copy" width="200" height="244" /></p>
<p>Andi Alifian Mallarangeng pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963, menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014). Sebelumnya, doktor ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (1997), ini menjabat Juru Bicara Kepresidenan.</p>
<p>Andi juga aktif sebagai Ketua DPP Partai Demokrat, dimana Susilo Bambang Yudhoyono menjabat Ketua Dewan Pertimbangan. Selain sebagai juru bicara kepresidenan, Andi juga menjabat pemimpin redaksi situs web resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (presidensby.info).</p>
<p><span id="more-3"></span>Andi mulai dekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang Pilpres 2004. Ketika itu, Andi yang sebelumnya dalam Pemilu Legislatif 2004 tampil sebagai calon DPR daerah pemilihan Sulawesi Selatan (tidak terpilih) dari Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) yang didirikan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, memilih mendukung pasangan Capres-Cawapres SBY &#8211; Jusuf Kalla.</p>
<p>Andi berbeda pendapat dengan Prof. DR. Ryaas Rasyid soal calon presiden yang akan didukung Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan. Partai ini secara resmi mendukung Capres dari Golkar  Wiranto. Akibat perbedaan pendapat itu, Andi memilih keluar dari PPDK dan memilih bergabung dengan Tim Sukses SBY, Capres yang diusung Partai Demokrat.</p>
<p>Seolah berperan sebagai pengamat politik, Andi menyuarakan bahwa pemimpin yang paling tepat dipilih dalam Pilpres adalah SBY. Dia tampil gemilang sebagai &#8216;juru bicara&#8217; Tim Kam[panye Nasional Capres-Cawapres SBY-JK. Pasangan ini pun memenangkan Pilpres dalam dua putaran.</p>
<p>Suami dari Vitri Cahyaningsih dan ayah dari tiga anak (Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng), ini pun semakin akrab dengan SBY dan dipercaya menjabat Juru Bicara Kepresidenan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-69" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="andi-km0" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/andi-km0.jpg?w=780" alt="andi-km0"   />Kemudian, dia pun ikut aktif di Partai Demokrat dengan jabatan Ketua Dewan Pimpinan Pusat. Partai yang didirikan SBY ini memenangkan Pemilu Legislatif 2009. Kemenangan ini, membuat Partai Demokrat makin kuat mencalonkan kembali SBY dalam Pilpres 2009, berpasangan dengan Boediono sebagai Cawapres. Walau menurut ketentuan UU tentang Pilpres, Partai Demokrat dengan perolehan suara lebih 20 persen berhak mengusung Capres-Cawapres, namun partai ini membuka diri berkoalisi dengan partai lain yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan dan puluhan partai yang tidak memiliki kursi di DPR.</p>
<p>Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono yang diusung PD dan koalisinya ini memenangkan Pilpres 2009 dalam satu putaran dengan meraih suara 60,08 persen mengalahkan pasangan Capres-Cawapres Megawati-Prabowo (PDIP dan Gerindra) dan Jusuf Kalla- Wiranto (Golkar dan Hanura).</p>
<p>Kemudian, dalam pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II, Presiden SBY dan Wapres Boediono mengangkat Andi Mallarangeng memimpin Kementerian Negara Pemuda dan Olharaga. Dia menggantikan Adyaksa Dault, kader PKS yang tidak lagi dicalonkan oleh partainya untuk jabatan menteri.</p>
<p><strong>Berkibar di Era Reformasi</strong></p>
<p>Andi Alifian Mallarangeng, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Maret 1963. Ayahnya, Andi Mallarangeng (1936-1972) adalah mantan walikota Parepare. Ayahnya sudah menjadi walikota pada usia 32 tahun. Namun, ayahnya meninggal dunia pada usia muda, masih 36 tahun. Ketika itu, Andi yunior masih berusia 9 tahun.</p>
<p>Sejak ayahnya meninggal, Anda dan adik-adiknya diasuh oleh ibunya, Andi Asni Patoppoi dan kakeknya, Andi Patoppoi (1910-1977). Sang Kakek adalah mantan Bupati Grobogan, Jawa Tengah dan Bupati Bone, Sulawesi Selatan. Kakeknya adalah salah seorang tokoh pemuda Sulawesi Selatan yang berhasil membujuk raja-raja di Sulawesi Selatan untuk mendukung dan menyerahkan kedaulatannya kepada Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.</p>
<p>Ayah dan kakeknya, adalah putera bangsa yang mengobarkan semangat keindonesiaan di atas semangat kedaerahan. Ayah dan kakeknya mengajarkan bahwa nilai-nilai kedaerahan itu perlu untuk memperkaya nilai-nilai keindonesiaan. Ajaran, semangat dan keteladanan dari ayah dan kakeknya ini telah membentuk pribadi Andi dan saudara-saudaranya menjadi seorang putera bangsa Indonesia berjiwa kebangsaan. Ditambah lagi dengan semangat perjuangan yang diteladankan oleh Sang Ibu, yang gigih memperjuangkan anak-anaknya hingga mencapai pendidikan yang lebih tinggi.</p>
<p>Andi sendiri meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Dari universitas yang sama, dia meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi. Gelar Drs Sosiologi diraihnya dari Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986. Dua ddiknya, Rizal Mallarangeng dan Coel Mallarangeng, juga meraih gelar doktor dan terjun dalam duniapolitik.<br />
Setelah meraih sarjana sosiologi dari Fisipol UGM, dia pun mewujudkan cita-cita menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (1988-1999) dan di Institut Ilmu Pemerintahan (1999-2002).</p>
<p>Kemudian, arus reformasi yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan Orde Baru membuka peluang baginya terjun dalam bidang pengembangan demokrasi. Sebagai Doktor Ilmu Politik didukung Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior, Andi diminta menjadi anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin oleh Prof. DR. Ryaas Rasyid, untuk merumuskan paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi. Tim Tujuh ini juga merumuskan Undang-undang Pemerintahan Daerah , sebagai landasan reformasi sistem pemerintahan dengan desentralisasi dan otonomi daerah.</p>
<p>Kemudian kiprahnya dalam gerakan reformasi semakin berkibar, saat dipercaya menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah, penyelenggara Pemilu 1999.</p>
<p>Kemudian, Andi mengundurkan diri dari KPU, karena dipercaya staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Sayang, Kementerian Otonomi Daerah yang baru dibentuk dalam pemerintah era reformasi, hanya berusia 10 bulan, dibubarkan. Sejak itu, Andi bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Partnership for Govermance Reform in Indonesia (2000-2002). Andi juga semakin dikenal sebagai pengamat, kolumnis dan komentator politik di berbagai media.</p>
<p>Lalu, bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid dan kawan-kawan, ikut mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) pada tahun 2002. Namun, partai ini kurang mendapat dukungan dari rakyat pada Pemilu legislatif 2004. Andi, sendiri yang menjadi Caleg dari Sulsel, tidak terpilih. Kemudian, Andi memilih keluar dari partai ini, karena berbeda pendapat dengan Ryaas Rasyid soal dukungan kepada Capres. Andi memilih mendukung SBY sementara Ryaas Rasyid menggiring partai mendukung Wiranto.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-70" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="andidalam" src="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/andidalam.jpg?w=780" alt="andidalam"   /></p>
<p>SBY pun terpilih jadi Presiden. Andi menjadi juru bicara kepresidenan. Sebagai juru bicara kepresidenan, Andi berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga pada periode kedua Presiden SBY, dia mendapat kepercayaan menjabat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga.</p>
<p>Dengan berbagai kegiatannya, Andi telah mendapat penghargaan Man of the Year Majalah MATRA (2002); Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999); Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995).</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>sumber</strong></p>
<ul>
<li><span style="background-color:#ffffff;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andi_Mallarangeng">http://id.wikipedia.org/wiki/Andi_Mallarangeng</a></span></li>
<li><span style="background-color:#ffffff;"><a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/andi-mallarangeng/index.html">http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/andi-mallarangeng/index.html</a></span></li>
<li><span style="background-color:#ffffff;">foto : koran tempo, Minggu 1 november 2009<br />
</span></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerakpemuda.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerakpemuda.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerakpemuda.wordpress.com&amp;blog=10237397&amp;post=3&amp;subd=gerakpemuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerakpemuda.wordpress.com/2009/11/02/andi-mallarangeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e16cc6133ba6aa11dca348271e2f777?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gerakpemuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/img_8221-copy1.jpg?w=245" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_8221 copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/andi-km0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andi-km0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gerakpemuda.files.wordpress.com/2009/11/andidalam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andidalam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
