Irma Suryati (Keset Mengubah Martabat Penyandang Cacat)

Irma Suryati membuat keset dari kain perca untuk komoditi ekspor.

 

Sejak bayi, Irma Suryati sudah menderita layu kaki. Penyebabnya adalah virus Polio. Meski masih bisa berjalan normal sampai sekolah menengah atas (SMA), kaki Irma mudah lemas. “Kalau disenggol, langsung jatuh,” ujar Irma , saat ditemui Tempo, Ahad pekan lalu.

Sejak saat itu, sang ayah menyuruh Irma, 33 tahun, menggunakan tongkat untuk berjalan. Hingga kini, ketika kondang sebagai pembuat keset dengan 1.600 karyawan, ibu empat anak ini masih menggunakan tongkat untuk menopang kaki kanannya yang tidak normal.

Kondisi kaki itulah yang mendorong Irma melakukan sesuatu yang berarti bagi dirinya dan orang lain. Setelah lulus SMA di Semarang, Irma mencoba membuat keset dari kain perca, benda sederhana untuk membersihkan telapak kaki.

Baca entri selengkapnya »

Joko Istiyanto SPd (Pencipta Alat Penghemat Energi)

Ubah Premium Dekati Kualitas Pertamax

Isu pemanasan global menjadi topik paling hangat belakangan ini. Upaya hemat energi santer menjadi suatu pilihan. Nah, Joko Istiyanto SPd menerapkan ilmu yang dipelajarinya untuk menciptakan alat penghemat.

DENGAN memanfaatkan induksi magnetik, Joko Istiyanto SPd, berhasil membuat prototipe alat penghemat BBM, baik bensin maupun solar.
Penelitiannya dilakukan sejak menjadi mahasiswa semester 3 Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kala itu, alat ini menjadi juara I Lomba Hemat Energi. Penelitian pun berlanjut hingga 2000. Tema hemat energi dengan penerapan ilmu fisika menjadi bahan skripsinya. Basis alat ini adalah induksi magnetik dari magnet permanen. Sejak 2000, alat itu dikombinasikan dengan pemanas, sehingga menjadi lebih hemat dan efisien. ’’Alat penghemat BBM merupakan kombinasi magnetik dan panas. BBM yang masuk mengalami pemanasan awal dan dimagnetisasi,’’ ujar Joko di rumah produksi CV Karya Solenoida, Jalan A Yani No 94 Wedi, Klaten.

Baca entri selengkapnya »

Singgih Susilo Kartono (Radio Kayu dan Kehidupan)

n739254294_1432225_1823565Singgih S Kartono, pembuat radio kayu dan kerajinan tangan, menganggap produknya sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan. Dengan konsep itulah, pembuat radio kayu di Kandangan, desa kecil di Temanggung, Jawa Tengah, ini mendapat pesanan 10.000 unit radio kayu senilai Rp 4,9 miliar dari rekanannya di Amerika Serikat.

Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas negara dan daya tarik kota besar makin tak relevan sebagai determinan berkembangnya industri kerajinan. Internet memungkinkan Singgih memasuki pasar dunia.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.