Irma Suryati (Keset Mengubah Martabat Penyandang Cacat)

Irma Suryati membuat keset dari kain perca untuk komoditi ekspor.

 

Sejak bayi, Irma Suryati sudah menderita layu kaki. Penyebabnya adalah virus Polio. Meski masih bisa berjalan normal sampai sekolah menengah atas (SMA), kaki Irma mudah lemas. “Kalau disenggol, langsung jatuh,” ujar Irma , saat ditemui Tempo, Ahad pekan lalu.

Sejak saat itu, sang ayah menyuruh Irma, 33 tahun, menggunakan tongkat untuk berjalan. Hingga kini, ketika kondang sebagai pembuat keset dengan 1.600 karyawan, ibu empat anak ini masih menggunakan tongkat untuk menopang kaki kanannya yang tidak normal.

Kondisi kaki itulah yang mendorong Irma melakukan sesuatu yang berarti bagi dirinya dan orang lain. Setelah lulus SMA di Semarang, Irma mencoba membuat keset dari kain perca, benda sederhana untuk membersihkan telapak kaki.

Baca entri selengkapnya »

Eko Cahyono (Perpustakaan Anak Bangsa)

Peran Pemerintah dalam mencerdaskan rakyatnya belum mampu mengikuti pertumbuhan minat membaca di masyarakat. Longok saja, betapa minimnya sarana prasarana perpustakaan demi memenuhi minat membaca rakyat, terutama masyarakat pedesaan. Atas dorongan itu, Eko Cahyono (29 tahun) membangun sendiri perpustakaannya, puluhan kilomoter di pedalaman Kabupaten Malang.

Perpustakaan milik Eko, terletak di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung dan diberi nama “Perpustakaan Anak Bangsa”. Bentuk bangunannya sangat sederhana, hanya memiliki satu ruangan berukuran sekitar 6 x 12 meter. Kesederhanaan lain nampak dari dinding bambu dan atap asbes sebagai pelindung dari hujan dan panas mentari.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.